
PASAMAN BARAT – Almarhum Syahiran, Bupati Pasaman Barat yang wafat pada Sabtu (3/8/2019) bagi Bupati Agam Indra Catri adalah orang tua yang santun dan bijaksana. Sebagai seniornya, sosok Syahiran memberikan kesan mendalam.
“Bagi saya, almarhum adalah sosok orang tua yang santun dan bijaksana. Sering memberikan nasihat dan masukan. Sebagai senior, beliau memberi kesan mendalam,” ungkap Indra Catri saat melayat ke rumah dinas Bupati Pasaman Barat, Selasa (6/8/2018).
Indra Catri baru bisa melayat karena harus mengikuti wisuda program doktoral (S3) Ilmu Pemerintahan di kampus IPDN Jatinangor. Sehingga pada saat pemakaman almarhum Syahiran hanya Wakil Bupati Agam Trinda Farhan Satria yang bisa hadir.
“Kepergian almarhum membuat kami merasa kehilangan karena beliau menjadi orang tua tempat bertanya, meminta nasihat dan masukan,” ungkap bupati yang baru saja mendapatkan gelar doktor dari Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) Jatinangor ini.
Kepada pihak keluarga dan masyarakat Pasaman Barat, Indra berpesan agar ikhlas melepas kepergian almarhum. Mendoakan agar almarhum mendapat tempat mulia di sisi Allah SWT.
Kedatangan Indra Catri disambut oleh isteri almarhum, Hj. Yunisra, Wakil Bupati Pasaman Barat Yulianto serta sejumlah kerabat dan pejabat di lingkungan Pemkab Pasaman Barat. Salah seorang kerabat, Joni Hendri menceritakan, almarhum menjalani perawatan selama 17 hari setelah mengalami penurunan kesehatan. Awalnya, dibawa ke RSUP M Djamil Padang.
“Untuk mendapatkan perawatan lebih maksimal, almarhum dibawa ke RS Pondok Indah. Selama 17 hari, kesehatan beliau semakin menurun hingga menghembuskan nafas terakhirnya pada hari Sabtu sekitar pukul 23.30 Wib,” tuturnya.
Almarhum H. Syahiran wafat pada usia 66 tahun. Lahir di Tebingtinggi pada 9 September 1952, dikaruniai empat orang putri dari pernikahannya dengan Hj. Yunisra.
Almarhum menjadi Bupati Pasaman Barat periode pertama (2005-2010). Pada Pemilu 2014 lalu mencalonkan diri dan terpilih sebagai anggota DPRD Provinsi Sumatera Barat. Namun mengundurkan diri untuk mencalonkan diri pada pemilihan bupati Pasaman Barat periode 2016-2021 pada 2015 lalu. Posisinya di DPRD provinsi Sumatera Barat digantikan Ahmad Khaidir. (fdc/amc)






