PADANG – Ketua Fraksi PPP di DPRD Padang Nila Kartika menilai masih banyak perencanaan pembangunan yang tidak disiapkan dengan matang. Hal itu terlihat dari pengerjaan kegiatan yang bersifat parsial dan bongkar pasang.
“Hal itu tentu saja ini akan memicu pemubaziran anggaran. Seharusnya kan bisa dimanfaatkan untuk yang lain,” kata Nila Kartika kepada padangmedia.com saat ditemui di gedung dewan, Jum’at (4/12).
Dikatakannya, dari Rp2,4 triliun lebih belanja daerah yang disepakati DPRD dan Pemko Padang dalam APBD Tahun 2016, sekitar Rp992 miliar digunakan untuk belanja langsung. Menurut rekapitulasi belanja berdasarkan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD), Dinas Pekerjaan Umum (PU) merupakan ‘pelahap’ belanja terbesar, yakni Rp190 miliar lebih. Untuk itu, pembangunan di Padang diharapkan profesional dengan persiapan yang matang, harapnya.
Nila juga menilai, pembenahan drainase maupun relokasi masyarakat rawan bencana cenderung lambat. Padahal, dari sekarang harus dipersiapkan lebih dini terhadap kemungkinan bencana alam, terutama banjir dan tanah longsor serta persoalan drainase dan normalisasi sungai yang kerap menjadi keluhan warga. Dengan besarnya anggaran, diprediksi aktifitas pembangunan akan meningkat dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
Selama ini, katanya, warga banyak yang mengadukan persoalan drainase dan lampu jalan. Ia berharap pemerintah memprioritaskan pada dua hal tersebut. (baim)






