
BENGKULU – Upaya evakuasi korban longsor di Dusun Karang Sulu, Desa Lebong Tandai, Kecamatan Napal Putih, Kabupaten Bengkulu Utara, Provinsi Bengkulu masih terus dilakukan tim SAR gabungan. Lima belas orang diperkirakan masih tertimbun longsor yang terjadi pada Kamis dinihari (3/12) tersebut.
Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho, Jumat (4/12) menginformasikan hal itu. Sampai saat ini, dua orang korban sudah berhasil dievakuasi dalam kondisi tewas dan satu korban selamat namun mengalami luka berat.
“Tim SAR Gabungan masih terus melakukan upaya pencarian dan evakuasi. Tim menemui kendala karena kondisi medan berat dan cuaca,” terang Sutopo.
Beratnya medan di lokasi bencana ditambah lagi dengan alat berat yang tidak bisa masuk ke lokasi. Akses menuju lokasi menurutnya tertutup material longsor sedikitnya di tiga titik.
Tim sudah berhasil mengidentifikasi para korban yaitu korban luka berat yang berhasil diselamatkan atas nama Irzal (28 tahun). Kemudian dua korban tewas adalah Mudek (40 tahun/ lk) dan Marlian (lk).
15 Korban yang saat ini sedang dicari adalah:
– Warga Desa Lebong Tambang:
1. Syamsul Komarudin (L, 50).
2. Alif (L, 1).
3. Fadila (P, 20).
4. Akhmad Hanafi (L, 23).
5. Alfin (L, 20).
Warga Desa Kampung Jawa :
6. Joni (L/40).
7. Mameng (L/45).
Warga Desa Tunggang :
8. Karmedi (L, 20).
9. Erma (P, 28).
10. Ara (P, 2,5).
Warga Desa Ladang Palembang :
11. Felsi (P, 4).
12. Yen (P, 28).
13. Ade (L, 20).
14. Safari (L, 30).
Warga Desa Lokasari :
15. Tias (L, 35).
Seperti diberitakan sebelumnya, longsor telah menimpa 18 orang penambang emas dan anggota keluarganya serta 20 pondok semi permanen pada Kamis (3/12). Longsor terjadi akibat hujan deras yang melanda sejak Rabu (2/12) sore.
Tim SAR gabungan dari BPBD, TNI, Polri, Basarnas dan Dinas Kesehatan berjalan kaki menuju lokasi longsor. Lokasi longsor dari Kecamatan Napal Putih menggunakan molek sampai Ronggeng, kemudian berjalan kaki sejauh 10 km ke Sumpit. Dari Sumpit menggunakan Molek sekitar 15 km ke Desa Karang Suluh yang selanjutnya berjalan kaki 3 jam hingga sampai lokasi longsor. Kebutuhan mendesak adalah logistik untuk petugas dan masyarakat yang terisolir akibat putusnya jalan. (feb)






