
PASBAR – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Barat (Sumbar) mengapresiasi HUT Pasaman Barat (Pasbar) yang ke-15 tahun ini. Pasalnya, Pasbar dianggab telah mampu membangun daerah dimulai dari pendidikan, kebudayaan serta ekonomi.
Hal ini disampaikan Wakil Gubernur Sumbar Nasrul Abit, pada rapat paripurna Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pasbar, senin (7/1).
“Dan Selamat Ulang Tahun Pasaman Barat, semoga kado istimewa diusia 15 tahun ini bisa keluar dari kategori daerah tertinggal,” ujar Wagub Nasrul Abit.
Lebih lanjut Wagub Nasrul Abit menyampaikan, dari tiga kabupaten tertinggal, Pasaman Barat merupakan yang terbaik dalam pertumbuhan ekonominya dimana, pertumbuhan ekonomi Sumbar 5,27 persen pada kuartal II tahun 2018 sementara Pasbar 5,57 persen.
Saat ini kita sedang berupaya menuntaskan pembangunan Teluk Tapang yang tahun 2019 ada 4 miliar dan pembangunan sarana jalan sebesar 40 miliar dari dana Anggaran Pembangunan Belanja Negara (APBN) Kementerian PUPR.
“Pengembangan pembangunan Teluk Tapang ini tentu nanti akan memberikan dampak besar dalam pertumbuhan ekonomi masyarakat Pasbar. Baik dalam sektor pertambangan, pembangunan pabrik turunan minyak sawit, sehingga selain meningkatkan lapangan kerja juga meningkatkan produksi turunan sawit yang juga menjadi produksi eksport,” ujarnya.
Bupati Syahiran, juga mengucapkan rasa syukur dan terima kepada seluruh elemen yang telah ikut serta mendukung pembangunan Pasbar, banyak pihak yang telah berjuang demi kemajuan Pasbar hingga saat ini.
“Sejarah perjalanan panjang Kabupaten Pasaman Barat hingga menginjak usia 15 tahun ini, tidak lepas dari pengorbanan saudara – saudara kita.Semua yang telah berjuang demi Pasbar semoga mendapat kan balasan. Namun, perjuangan kita tidak sampai di situ, ke depan kita harus berjuang bersama-sama untuk membangun Pasbar,” kata Syahiran.
Ketua DPRD Pasbar Daliyus K dalam sambutannya mengatakan, kehidupan sosial ekonomi masyarakat mengalami kemajuan, berbagai prestasi monumental telah di ukir oleh Pasbar.
Dengan digagas dan diimplementasikan beberapa program pro rakyat yang betul-betul menyentuh sendi-sendi kehidupan masyarakat luas. Seperti pengalokasian dana 10 persen dari DAU APBD untuk nagari, untuk pendidikan 20 persen, untuk kesehatan 10 persen, infrastruktur, ekonomi kerakyatan sesuai dengan amanat UU.
“Apresiasi juga kita kita sampaikan ketika Pasbar mendapatkan WTP tahun 2016 dan 2017 dan kita berharap pada tahun 2018 juga begitu,” pungkas Daliyus K. (Peb)






