
PADANG – Jembatan tidak permanen yang menghubungkan Kelurahan Dadok Tunggul Hitam dengan Kelurahan Kurao Pagang yang sempat dihebohkan warga di media sosial karena telah rusak parah, mendapat respon cepat dari Pemerintah Kota Padang. Bukan cuma jembatan yang menjadi akses penting bagi warga dua sekolah, yaitu sebuah SD dan SMPN 29 Padang itu, tetapi Pemko Padang melalui Dinas Pekerjaan Umum (PU) akan memperbaiki seluruh jembatan yang rusak di Kota Padang.
“Jembatan tersebut akan dibangun dalam tahun 2016. Termasuk jembatan lain yang menjadi akses penting bagi warga,” ujar Kabid Bina Marga Dinas PU, Hendry Piton saat mengunjungi lokasi jembatan, Selasa (1/12).
Hendri mengakui, peninjauan ini dilakukan setelah mendapat laporan dari warga kepada Pemerintah Kota Padang bahwa jembatan tersebut sudah rusak dan tidak layak untuk dilewati.
Setelah dilakukan peninjauan, jembatan tersebut bukanlah jembatan utama, akan tetapi jalan alternatif. Namun, Pemko Padang akan terus melakukan perbaikan kepada jembatan tersebut sebagai akses warga untuk beraktifitas ke rumah ibadah maupun ke sekolah.
Dikatakan Hendry, pembangunan jembatan sudah masuk dalam perencanaan. Untuk sementara, pihaknya dalam waktu dekat akan memperbaiki jembatan tersebut secara darurat. “Untuk dalam waktu dekat kita akan bangun dulu jembatan darurat. Akan dipasang leger (besi), sehingga warga dan anak sekolah bisa lewat,” katanya.
Disebutkan Hendry, pengerjaan jembatan darurat itu dilakukan Rabu (2/12) ini. Pengerjaan tersebut dikerjakan lewat dana operasional. “Biaya untuk pembangunan jembatan darurat ini sekitar Rp20 juta,” sebut Hendry.
Sedangkan untuk pengerjaan jembatan dalam waktu jangka panjang, Dinas Pekerjaan Umum telah menganggarkan dana untuk jembatan ini. Fisik jembatan tersebut akan terbuat dari beton dan dikerjakan tahun 2016 nanti.
“Panjang jembatan sekitar 20 meter dengan lebar 7 meter,” kata Hendry.
Biaya pembangunan jembatan Kurao ini akan memakan biaya miliaran rupiah. Pembangunan jembatan Kurao – Dadok ini akan ditender pada bulan Januari tahun depan. Diperkirakan pembangunan jembatan ini dilakukan Februari nanti.
“Biaya pembangunan jembatan ini sudah ada di APBD 2016 dengan pagu dana Rp4,5 miliar. Diestimasi pengerjaan jembatan ini memakan waktu empat bulan lamanya,” kata Hendry.
Sebelumnya, jembatan ini dibangun secara darurat pada 2013 lalu oleh warga bersama Walikota Padang H. Mahyeldi Dt Marajo (ketika itu masih Wakil Walikota Padang) sebagai jalan alternatif ke sekolah dan masjid. Namun dalam perjalanannya, karena sering dilalui warga dan diterjang banjir, jembatan ini mengalami penurunan kondisi. Karena itulah, Pemko Padang kembali membangun jembatan tersebut agar dapat lebih permanen. (der)






