
AGAM – Pasca terjadinya curah hujan yang cukup tinggi di sebagian wilayah Kabupaten Agam pada Kamis dan Jum’at, 11- 12 Oktober 2018, mengakibatkan terjadinya bencana di Kecamatan Ampek Nagari dan Kecamatan Tanjung Mutiara.
Di Kecamatan Ampek Nagari, banjir terjadi di Jorong Gantiang, Nagari Sitanang, yang merendam 40 unit rumah warga dengan 150 jiwa. Saat ini, banjir sudah mulai surut. Sedangkan jalan masih tergenang hingga akses jalan menuju Sekolah Dasar 17 Gantiang tidak bisa dilewati.
Selain di Jorong Gantiang, banjir juga terjadi di Jorong Anak Aia Kasiang, Nagari Bawan, pada Jum’at (12/10) pukul 05.00 WIB. Banjir merendam 6 unit rumah warga dengan jumlah jiwa 21 dan merendam perumahan plasma Bawan sebanyak 7 unit. Banjir juga merendam jalan sepanjang 1 kilometer dengan ketinggian 2 sampai 3 meter.
Sementara, di Kecamatan Tanjung Mutiara, banjir terjadi di Jorong Pasia Paneh, Nagari Tiku Selatan, yang merendam 60 rumah warga dengan 200 jiwa. Namun, di tempat itu, masyarakat masih tetap menempati rumah masing-masing karena ketinggian air hanya 20-50 cm.
Sementara itu, longsor terjadi di dua titik di Kecamatan Palembayan. Longsor menutupi akses jalan provinsi di Jorong Lubuak Gadang, Nagari Ampek Koto Palembayan, pada Jum’at (12/10) pukul 02.00 WIB di mana material longsor menutupi akses jalan sepanjang lebih kurang 500 meter dengan ketinggian lebih kurang 5 meter.

Selain itu, longsor juga terjadi di jalan kabupaten di Jorong Koto Tinggi, Nagari Ampek Koto Palembayan, Kecamatan Palembayan pada Jum’at (12/10) pukul 04.00 WIB. Material longsor menutupi jalan sepanjang 1,2 meter dengan ketinggian 5 meter.
Satgas BPBD Kabupaten Agam dipimpin Kalak BPBD, Mhd. LUTFI. AR, SH, M.Si bersama Kepala Dinas Sosial, Kurniawan Syahputra, Camat Ampek Nagari, Polsek, TNI, Kesbang POL, PMI, pemerintah kecamatan dan nagari melakukan evakuasi terhadap warga yang terdampak bencana banjir. Satgas juga telah mendrop bantuan Logistik untuk warga yang terdampak banjir. (fajar)






