Jangan Fokus Untuk Infrastruktur, Pemanfaatan Dana Desa Harus Berinovasi
  • Home
  • Berita
  • Jangan Fokus Untuk Infrastruktur, Pemanfaatan Dana Desa Harus Berinovasi

Jangan Fokus Untuk Infrastruktur, Pemanfaatan Dana Desa Harus Berinovasi

SAWAHLUNTO – Pemanfaatan Anggaran Dana Desa (ADD) jangan hanya terfokus kepada infrastruktur saja. Pemerintah desa harus berinovasi dan menggali potensi untuk meningkatkan kualitas kewirausahaan dan Sumber Daya Manusia guna percepatan kesejahteraan masyarakat.

Wakil Walikota Sawahlunto menyampaikan hala itu dalam kegiatan Bursa Inovasi Desa di Gedung Pusat Kebudayaan Kota Sawahlunto, Selasa (9/10). Dia berharap desa bisa membangun kewirausahaan masyarakat secara nyata sebelum membentuk Badan Usaha Milik Desa (BUMDes).

“Jangan sampai program berjalan tanpa perencanaan, seperti membangun BUMDes lebih dulu baru kemudian mencari usaha yang akan dikelola,” katanya.

Dia mengingatkan, agar pemerintah desa dapat melakukan perencanaan dengan baik dalam pengelolaan ADD, terutama untuk program inovasi desa. Jangan sampai kepala desa dan perangkatnya tersandung kasus hukum. Dia juga meminta agar kepala desa dapat memberdayakan potensi desa dalam menjalankan program padat karya.

Dalam kesempatan itu, Pemko Sawahlunto memberikan reward kepada beberapa desa yang terbanyak mengambil komitmen inovasi desa dan terbanyak melakukan tindak lanjut komitmen inovasi. Reward tersebut diberikan kepada Desa Talawi Mudiak, Desa Rantih dan Desa Talawi Hilir.

Dana desa berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (ABPN). Untuk mendukung percepatan pembangunan desa, pemerintah Kota Sawahlunto juga mengalokasikan dana sebesar 10 persen sebagai dana pendamping.

Kepala Satuan kerja (Satker) Program Inovasi Desa Provinsi Sumatera Barat, Syafrijal dalam kesempatan itu mengatakan, kegiatan tersebut adalah untuk menjembatani pemerintah desa mencari gagasan untuk berinovasi agar pemanfaatan dana desa bisa lebih efektif dan tepat sasaran. (tumpak)

Berita Terkait

Leave a Reply