AGAM – Penangkapan terhadap Plt Ketua PWI Kabupaten Agam, Anizur (AZ) merupakan sebuah pukulan bagi rekan-rekannya yang lain. Apalagi, yang bersangkutan secara pribadi adalah orang yang baik, memiliki loyalitas serta memiliki kemampuan memimpin.
“Tetapi, apa boleh buat, kami tidak mengetahui jika dia merupakan seorang yang ketergantungan kepada narkoba,” kata Dewan Penasehat PWI Agam, Lukman.
Menurut Lukman yang saat ini diamanahkan menjadi ketua PWI Agam sampai ketua definitif terpilih, pada tahun 90-an, yang bersangkutan memang terdengar terlibat dengan dunia narkotika. Namun, itu sudah lama sekali dan ia pun dinilai sudah pulih.
“Menurut keterangan polisi sejak awal 2015 ia kembali terlibat dengan aktivitas, siapa yang menyangka,” ujarnya kepada padangmedia.com, Sabtu (14/11).
Sementara itu, Anizur ketika ditemui di Satnarkoba di Mako Polres Agam meminta maaf kepada rekan-rekan wartawan atas kejadian tersebut. Beberapa waktu terakhir ia mengaku mengalami tekanan pikiran sehingga melarikan diri kembali kepada lingkungan yang sebenarnya ia sudah lama dia tinggalkan.
Ia mengaku siap menjalani proses yang sedang berada di depan mata saat ini. Anizur juga meminta keluarga untuk sabar dan tabah dengan permasalahan ini. Ia juga tidak mau berspekulasi terkait kasusnya dengan semakin dekatnya pemilihan kepala daerah.
“Saya berharap keluarga sabar, setiap ujuan pasti bisa dihadapi. Tidak ada yang perlu disalahkan dengan kejadian ini. Semua pasti ada hikmahnya,” katanya.
Seperti diberitakan sebelumnya, Anizur sebenarnya merupakan Wakil Ketua PWI Agam, periode 2012-2015. Paska meninggalnya Ketua PWI Agam, Deni Satra Yuza pada Bulan Agustus 2014 lalu, Anizur dipercaya melanjutkan kepemimpinan hingga bulan Juli 2015. Tapi, sampai saat sekarang, pengurus belum melakukan konfrensi untuk mengangkat ketua yang baru. Dalam waktu dekat, PWI Agam akan melakukan Kofrensi untuk membentuk kepengurusan yang baru. (fajar)






