
PASAMAN – Bupati Pasaman, Yusuf Lubis berharap penyuluh agama asal Kabupaten Pasaman mendapat nilai terbaik pada penilaian lapangan tiga besar penyuluh agama teladan tingkat Provinsi Sumatera Barat.
Hal itu dikatakan bupati saat menghadiri penilaian lapangan penyuluh agama Islam teladan non PNS tingkat Provinsi Sumatera Barat di Kecamatan Bonjol. “Saya atas nama Pemkab Pasaman mendukung penuh kegiatan penilaian lapangan ini. Semoga nanti penyuluh kita mendapat nilai terbaik di tingkat Provinsi Sumbar nantinya,” ungkap Bupati, Kamis (2/8).
Menurutnya, penyuluh agama asal Kabupaten Pasaman yakni Deni Fadli sangat wajar menjadi penyuluh agama teladan, karena sangat dekat dengan maayarakat dan juga seorang qori, dai dan guru agama. “Beliau sangat teladan dan menjadi panutan di tengah masyarakat pantaslah ia sandang. Dia tidak asing lagi di mata masyarakat maupun pemerintah,” katanya.
Selain aktif dalam tim ramadan dan pondok Alquran, Deni Fadli juga aktif dalam berbagai kegiatan keagamaan serta aktif dalam program pembangunan bersama pemerintah.
Sementara itu, Kepala Kantor Kemenag Pasaman, Dedi Wandra mengatakan bahwa salah seorang penyuluh agama di lingkup Kantor Kemenag setempat terpilih untuk mewakili Pasaman pada penilaian penyuluh teladan tingkat provinsi.
“Dia adalah Deni Fadli, penyuluh agama honorer berprestasi dari Sungai Hitam, Nagari Ganggo Hilir, Bonjol akan kita hantar menuju provinsi pada penilaian hari yang cerah ini,” katanya.
Dalam kegiatannya di daerah binaan, Deni Fadli tidak hanya menjalankan tugasnya sebagai penyuluh. Akan tetapi, ia juga menyampaikan berbagai program pembangunan dan kebijakan pemerintah daerah ke masyarakat.
“Dia pembinaan keluarga sakinah di Bonjol, fokus binaannya di Sungai Hitam. Ia ditunjuk mewakili Pasaman, lewat evaluasi yang ketat. Saat ini, ia tiga besar tingkat provinsi,” katanya.
Deni Fadli, katanya, merupakan penyuluh agama terbaik di antara sekian banyak penyuluh yang ada di jajaran Kemenag tersebut. Penilaian bertujuan untuk memotivasi penyuluh agama Islam serta meningkatkan kualitas.
“Kita memiliki penyuluh agama fungsional sebanyak 4 orang, honorer 96 orang. Khusus honorer, mereka kita rekrut dengan kontrak kerja selama tiga tahun. Di antara itu semua, Deny Fadly tampil sebagai yang terbaik,” tukasnya.
Dikatakan juga, penyuluh agama kini ditantang untuk mampu mencarikan solusi keagamaan di tengah masyarakat, seperti bahaya narkoba, radikalisme dan intoleransi. (riki)






