Hal itu mengemuka dalam kegiatan Sosialisasi Tahapan Pemilihan Gubernur (Pilgub) kecamatan se-Kota Padang yang dilakukan Kantor Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Padang di Kecamatan Padang Timur, Rabu (11/11). “Gubernur menargetkan pada pemilihan ini angka partisipasi pemilih sekitar 77,5 persen,” ujar walikota Padang diwakili Kepala Kesbangpol Eri Sendjaya kepada peserta sosialisasi yang memadati aula Kantor Camat Padang Timur.
Eri Sendjaya mengharapkan seluruh perangkat pemerintahan mulai dari Lurah serta Rukun Warga (RW) dan Rukun Tetangga (RT) supaya melakukan inovasi dan terobosan sehingga angka tersebut tercapai. Untuk itu, Pemerintah Kota Padang telah mengeluarkan edaran kepada aparat kecamatan, termasuk Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) agar membuat inovasi dan terobosan dalam meningkatkan kunjungan warga ke TPS.
“Silahkan setiap lurah, RT dan RW membuat kreasi masing-masing agar pemilih ramai datang ke TPS,” kata Eri.
Daftar Pemilih Tetap (DPT) di Kota Padang pada pemilihan kali ini sebanyak lebih kurang 548.000 pemilih. Eri Sendjaya mengimbau kepada masing-masing lurah untuk melihat kembali DPT di masing-masing kelurahannya. “Dengan pedoman itu, lurah bersama RT dan RW dapat mengkalkulasi berapa target yang harus dicapai sesuai dengan target yang diminta Gubernur,” tukuknya.
Di sisi lain, Eri Sendjaya mengimbau kepada seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) di Pemko Padang untuk tidak terlibat politik praktis. Apabila ada ASN yang terlibat politik praktis akan mendapat sanksi tegas, yakni pemecatan.
“Saya mewanti-wanti kepada seluruh ASN untuk tidak terlibat politik praktis,” imbaunya.
Eri menyebut, pada Pemilihan Walikota Padang (Pilwako) Padang beberapa waktu lalu, sebanyak lima ASN Pemko Padang kedapatan ikut politik praktis. “Kami tidak menginginkan ada ASN yang diproses Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu),” tukasnya. (der)






