JAKARTA – Sebanyak 166 pendaki Gunung Merapi berhasil dievakuasi dengan selamat oleh petugas dan relawan. Sebanyak delapan orang mengalami luka ringan dan trauma, namun tidak ada korban jiwa.
Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho, Sabtu (12/5) menyampaikan, pascaerupsi freatik Gunung Merapi di wilayah Yogyakarta dan Jawa Tengah pada Jumat (11/5) pagi, kondisi masyarakat sudah normal, tidak ada erupsi susulan.
“166 pendaki yang berada di sekitar Pasar Bubrah, sekitar 1 kilometer dari puncak kawah saat erupsi, sudah berhasil dievakuasi dengan selamat,” terang Sutopo, Sabtu sore melalui pesan di WA grup BNPB.
Aktifitas Gunung Merapi menurutnya tetap normal dengan status tetap normal (level I). Sebaran abu vulkanik dilaporkan juga telah mulai hilang, sementara BPPTK PVBMG terus melakukan pemantauan.
Dia menambahkan, warga yang sebelumnya melakukan evakuasi mandiri telah kembali ke rumah masing-masing. Diperkirakan, sekitar 8.890 jiwa masyarakat yang tinggal di lereng selatan Gunung Merapi yang melakukan evakuasi mandiri. Puluhan ribu masker telah dibagi kepada masyarakat.
Untuk menghindari terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan yang membahayakan jiwa masyarakat, sementara ini obyek wisata di Kawasan Taman Nasional Gunung Merapi ditutup oleh Balai Taman Nasional Gunung Merapi. Beberapa obyek wisata yang ditutup adalah Tlogo Muncar dan Tlogo Nirwono di Kaliurang, Panguk dan Plunyon di Kali Kuning Cangkringan, Sapuangin Deles di Kemalang Klaten, Jurang Jero di Srumbung Magelang dan pendakian Gunung Merapi dari Sapuangin maupun dari Selo Boyolali.
“Penutupan sementara sampai dengan batas yang akan ditentukan kemudian. Masyarakat diimbau untuk tetap tenang,” katanya.
Seperti diberitakan sebelumnya, Gunung Merapi di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) mengeluarkan letusan freatik, Jumat (11/5) pagi pukul 07.32 WIB. Letusan freatik merupakan erupsi yang didominasi uap air disebabkan karena adanya kontak air dengan panas di bawah kawah.
Menurut Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Kasbani, jenis letusan itu tidak berbahaya dan dapat terjadi kapan saja pada gunung api aktif. (feb)






