
PADANG – Meskipun tidak lagi menjadi Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), perhatian Abraham Samad terhadap pemberantasan korupsi tidak berhenti. Pimpinan lembaga anti rasuah periode 2011-2015 itu menularkan budaya anti korupsi ke berbagai perguruan tinggi.
Dalam kunjungannya ke Padang, Sumatera Barat, Kamis (22/3), Abraham Samad mengungkapkan, menebarkan “virus” anti korupsi ke kampus-kampus dinilai efektif. Menurutnya, generasi pada usia kuliah memiliki pemikiran kritis.
“Budaya anti korupsi ini harus ditularkan dan dunia kampus merupakan sasaran strategis karena pada usianya, mahasiswa memiliki pemikiran yang kritis,” ungkap Abraham kepada wartawan.
Dia mengungkapkan, dengan menebarkan virus anti korupsi kepada kalangan mahasiswa diharapkan dapat membentuk sebuah karakter yang kokoh, yang dapat menuntun mereka tetap berada di koridor yang benar.
“Untuk situasi saat ini, gerakan pemberantasan korupsi harus dimulai dari kalangan mahasiswa. Mereka adalah generasi muda yang akan menjadi pemimpin masa depan, meskipun sebenarnya nilai itu harus dipupuk sejak kecil,” tambahnya.
Abraham Samad hadir di Padang menyampaikan ceramah anti korupsi kepada mahasiswa di Universitas Negeri Padang dan Universitas Islam Negeri Imam Bonjol. Roadshow ini akan dilanjutkan oleh Abraham ke berbagai perguruan tinggi di seluruh Indonesia.
Sejak tidak lagi di KPK, praktisi hukum ini menjadi pengajar di berbagai perguruan tinggi dan gencar menyuarakan gerakan anti korupsi.
Dia memilih tidak kembali ke jalurnya sebagai seorang pengacara. Hal itu dikarenakan khawatir suatu saat akan berbenturan kepentingan dengan lembaga anti rasuah yang pernah dipimpinnya itu. (feb)






