PADANG – Setelah diliburkan selama tiga hari akibat kabut asap, aktifitas belajar mengajar di sekolah di Kota Padang kembali dilakukan besok. Terhitung mulai Jumat (30/10), seluruh siswa-siswi kembali belajar di sekolah masing-masing.
Sekretaris Daerah Kota Padang, Nasir Ahmad mengatakan, melihat perkembangan Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU) dan parameter pm10 di Kota Padang sudah mulai jauh membaik dibanding hari-hari sebelumnya. “Melihat kondisi hari Kamis, (28/10), matahari sudah terlihat terang di langit. Kabut mulai tipis. ISPU juga sudah tidak seperti sebelumnya. Berdasarkan pengujian Bapedalda Kota Padang, angka ISPU berada di level 182 ug/nm3,” kata Sekda, Kamis (29/10).
“Sesuai dengan Surat Edaran Mendikbud RI, apabila ISPU berada di atas 200, sekolah setingkat PAUD, TK dan SD diliburkan. Sedangkan ISPU di atas 300, siswa SLTP dan SLTA diliburkan. Sedangkan pada saat ini, ISPU di Padang telah berada di bawah 200. Itu artinya diperkirakan besok angka ISPU ini tidak akan jauh berbeda dan mulai besok anak-anak kembali sekolah sebagaimana biasa,” ungkap Nasir Ahmad.
Sekda mengimbau kepada seluruh siswa yang bersekolah besok (Jumat – red) untuk tetap terus membentengi dirinya dengan mengenakan masker. “Kepada seluruh siswa kita anjurkan untuk tetap terus mengenakan masker. Apalagi berada di luar ruangan. Guru agar tetap selalu mengingatkan siswanya,” ujar Nasir Ahmad.
Dikhawatirkan, angka ISPU atau pencemaran udara akan terus berfluktuasi. Karena itu, Pemko Padang akan terus melihat perkembangan udara di Kota Padang. Dalam sehari, pihak Bapedalda Padang terus melakukan pengukuran udara sebanyak tiga kali. “Lewat Bapedalda kita terus memantau perkembangan pencemaran udara sehingga kita dapat membuat kebijakan libur atau tidaknya sekolah,” ungkapnya. (baim)






