Aliansi BEM Sumbar Beri Rapor Merah Pemerintahan Jokowi-JK
  • Home
  • Berita
  • Aliansi BEM Sumbar Beri Rapor Merah Pemerintahan Jokowi-JK

Aliansi BEM Sumbar Beri Rapor Merah Pemerintahan Jokowi-JK

Sekelompok mahasiswa menggelar aksi unjuk rasa terkaitr tiga tahun kepemimpinan Presiden RI Joko Widodo di gedung DPRD Provinsi Sumatera Barat, Jumat (20/10). (febry)

PADANG – Seiring momentum tahun ketiga pemerintahan Presiden RI Joko Widodo bersama Wakil Presiden Jusuf Kalla, sekelompok mahasiswa di Padang, Sumatera Barat menggelar aksi unjuk rasa. Mahasiswa menuntut Joko Widodo dan wakilnya Jusuf Kalla (Jokowi – JK) memenuhi janji-janji kampanye pada masa pemilihan presiden 2014 lalu.

Kelompok mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Sumatera Barat itu melakukan aksi unjuk rasa di depan gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Sumatera Barat, Jumat (20/10) sore. Mahasiswa dengan berani menyatakan memberi rapor merah terhadap kepemimpinan Jokowi-JK.

“Pada momen tiga tahun kepemimpinan Jokowi-JK tepat tanggal 20 Oktober ini, kami sepakat memberikan rapor merah, kata Koordinator Aliansi BEM Sumatera Barat Nurul Fikri.

Dia menambahkan, rapor merah tersebut tidak lepas dari berbagai persoalan selama kepemimpinan Jokowi-JK seperti tumpulnya hukum, hutang negara semakin besar, kasus korupsi dan sebagainya. Sebagai generasi penerus bangsa, dia menegaskan tidak boleh tinggal diam.

Dalam kesempatan itu, mahasiswa juga menuntut agar pemerintahan Jokowi-JK fokus terhadap masalah-masalah seperti ketersediaan lapangan kerja yang menjadi penyebab tingginya angka kemiskinan di Indonesia. Selain itu, penegakan hukum juga harus menjadi fokus yang tidak boleh diabaikan.

Ketua Fraksi Nasdem DPRD Provinsi Sumatera Barat Risnaldi yang menyambut mahasiswa bersama Ahmad Khaidir didampingi Sekretaris DPRD, Raflis menyampaikan apresiasi terhadap gerakan mahasiswa. Dia sependapat, mahasiswa harus menjadi pelopor perubahan.

“Pemikiran kritis dari mahasiswa sangat dibutuhkan. Mahasiswa harus menjadi pelopor perubahan,” katanya memberikan apresiasi.

Risnaldi menyatakan akan menerima aspirasi yang disampaikan mahasiswa dan akan membicarakannya di DPRD untuk disampaikan ke DPR RI sehingga nantinya bisa sampai kepada Presiden. Dia juga sependapat mengenai upaya mengatasi pengangguran dengan membuka kran investasi namun jangan sampai investasi menyengsarakan rakyat.

“Membuka kran investasi akan membuka lapangan pekerjaan sehingga menyerap tenaga kerja,” tandasnya.

Seperti diketahui, Presiden RI Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla memulai tugasnya pada tanggal 20 Oktober 2014. Jokowi-JK memenangkan pemilihan presiden 2014 mengalahkan pesaingnya Prabowo Subianto-Muhammad Hatta Radjasa. (feb)

Berita Terkait

Leave a Reply