
PADANGPANJANG – Hingga saat ini, Kota Padangpanjang masih diselimuti kabut asap yang semakin pekat dan menyengat. Tidak sedikit aktifitas masyarakat yang terganggu akibat polusi udara yang terjadi akibat kabut asap, termasuk dunia pendidikan. Sementara, masih belum ada solusi untuk mengatasi kabut asap kiriman tersebut.
“Ini harus kita pikirkan bersama, bagaimana mengatasi kabut asap ini. Selain mengganggu kesehatan masyarakat, juga sudah mengganggu aktifitas PBM di sekolah-sekolah. Sementara, siswa saat ini juga tengah menghadapi ujian midsmeseter dan itu tidak mungkin harus meliburkan mereka,” ungkap Wako Padangpanjang, Hendri Arnis.
Dijelaskan Wako Hendri Arnis, sejak kabut asap melanda Kota Padangpanjang beberapa bulan lalu, ribuan masker sudah diberikan secara gratis kepada masyarakat. Namun, tidak mungkin setiap terjadi kabut asap harus dibagikan masker tanpa ada solusi untuk mengatasi kabut asap.
“Kita sudah bagikan masker kepada masyarakat secara gratis, termasuk bagi siswa di sekolah-sekolah. Itu jumlahnya sudah ribuan, tapi tentu juga harus dipikirkan bagaimana mengatasi kabut asapnya itu sendiri. Minimal bagi kita di Padangpanjang. Tentunya juga tidak mungkin harus terus-menerus meliburkan sekolah, kasihan siswa-siswa kita yang kegiatan sekolahnya terganggu akibat kabut asap ini,” jelas Wako Hendri.
Sementara itu, pantauan padangmedia.com di tiga sekolah berbeda, SMK Negeri 2, SMP Negeri 5 dan SD Negeri 08 Kampung Manggis, aktifitas PBM masih berjalan seperti biasa. Sayangnya, sangat minim siswa yang menggunakan masker meskipun kabut asap sejak pagi hingga jelang sore ini lebih tebal dari hari-hari sebelumnya.
Sedangkan data BMKG Stasiun Pemantau Atmosfer Global/ Global Atmosphere Watch (GAW) Koto Tabang mencatat, terjadi perbedaan tingkat pencemaran partikel atau PM10 sejak pagi tadi hingga sore ini, pukul
07.00 WIB pagi tadi konsentransi PM10 berada pada level 160ug/m3 dengan Indeks Pencemaran Udara (ISPU) kategori tidak sehat. Pada pukul 10.00 WIB PM10 naik ke level 229ug/m3 dengan ISPU kategori tidak sehat dan pada pukul 13.00 PM10 sudah berada pada level 256ug/m3 dengan ISPU kategori tidak sehat. (isril)






