SAWAHLUNTO – Pertumbuhan ekonomi Kota Sawahlunto pada tahun 2016 sebesar 5,71 persen atau mengalami perlambatan dibanding tahun sebelumnya 6,02 persen. Tujuh sektor lapangan usaha mengalami perlambatan pertumbuhan.
Kepala Seksi Neraca Wilayah dan Analisis Statistik (Narwilis) Kantor Badan Pusat Statistik (BPS) Sawahlunto, Vina Madya menyatakan, perlambatan itu masih bisa diimbangi dengan pertumbuhan di sektor lapangan usaha lainya, seperti sektor jasa, jasa keuangan dan asuransi, penyediaan akomodasi dan makanan, industri pengolahan serta pengadaan listrik dan gas.
“Perlambatan pertumbuhan ekonomi sangat signifikan terjadi di sektor pertambangan dan pertanian. Sektor pertambangan minus 7,79 persen dan pertanian 2,29 persen,” jelas Vina Selasa (22/8).
Di tahun 2015, jelasanya, kontribusi pertumbuhan ekonomi di sektor pertambangan 4,27 persen. Di sektor pertambangan masih sangat dominan mempengaruhi pertumbuhan ekonomi daerah ini.
Dia menambahkan, tingginya kontribusi di sektor lain belum mampu mempertahankan laju pertumbuhan selama ini ketika sektor pertambangan minus. Hal serupa terjadi di 2012, saat itu kontribusi dari sektor pertambangan minus 9,06 persen dengan laju pertumbuhan 5,53 persen.
“Soalnya, kita dalam menghitung laju pertumbuhan ekonomi dan distribusi PDRB menghitung dengan batubara. Jadi, sektor pertambangan menghitung dengan batubara masih tetap menjadi bagian yang tidak terpisahkan,” ujarnya.
Di sektor pertanian, sebut Vina, terjadinya perlambatan pertumbuhan karena pengaruh iklim yang mengakibatkan gagal tanam dan gagal panen, seperti kemarau panjang dan bencana. Meski begitu, perlambatan itu diimbangi dengan pertumbuhan di sektor jasa lainnya, 10,51 persen, industri pengolahan 7,87 persen, perdagangan 6,28 persen, jasa keuangan dan asuransi 7,29 persen.
“Semakin banyak keterlibatan aktifitas ekonomi masyarakat dalam berbagai lapangan usaha dengan penghasilan yang lebih bagus dan suatu hal yang baik. Bahkan, bisa mendorong laju pertumbuhan ekonomi daerah ini lebih besar lagi, “pungkasnya. (tumpak)






