21 tim balap sepeda mengambil ancang-ancang pada garis start etape I di Painan, Sabtu (3/10). (feb)
PADANGPANJANG-Salah satu stand paling ramai dikunjungi masyarakat dan pelajar Kota Padangpanjang di arena Festival Serambi Mekah adalah stand Art Comunity yang memajang puluhan reptil sperti ular, Biawak, luak/ musang, kadal dan lain-lainnya. Setidaknya komunitas pencinta reptile ini memelihara 30 ekor lebih reptil yang dirawat dan dipelihara dengan baik.Ketua komunitas pencinta reptil Hendra mengungkapkan ada banyak jenis ular yang dipelihara komunitas dan yang terbesar adalah King Cobra, reptil asal India ini juga pernah tampil diacara Berburu Trans TV. Selain itu komunitas ini juga memajang jenis ular lainnya yang umumnya sudah jinak.“Yang terbesar adalah King Cobra, asal India dan jenis ular-ular lainnya. Dalam pemeliharaan yang penting adalah mengontrol kesehatan perawatan lainnya, untuk pakan tidak terlalu banyak,” ungkap Hendra menceritakan perawatan reptil di komunitas reptil tersebut.Art Comunity yang khusus pemelihara hewan jenis reptil ini seperti dijelaskan Hendra berdiri baru beberapa bulan ini di Padangpanjang dan bersekretariat di Kelurahan Balai-Balai. Kedepan komunitas ini berharap mampu memberikan edukasi kepada masyarakat dan pelajar tentang hewan-hewan reptil yang ada pada komunitas.
“Selama ini masih banyak anggapan ular jenis hewan yang menjijikan, pada hal itu adalah anggapan yang salah, karena ular dalam habitatnya sangat menjaga kebersihan, namun karena rasa geli, kedua hal ini membuat banyak orang takut pada hewan ini,” jelas Hendra.
Wakil Walikota Padangpanjang Mawardi sangat memberi apresiasi keberadaan komunitas pencinta ular tersebut, karena dengan adanya komunitas ini membuktikan bahwa hewan ini bisa beradaptasi dengan manusia dan bersahabat dengan manusia. Meskipun demikian untuk yang masih awam tentu harus didampingi oleh yang profesional seperti anggota komunitas ini.
“Ini sangat bagus apalagi dalam melestarikan hewan-hewan ini, tentunya ini tidak sekedar hobi memelihara dan merawat. Kedepan tentunya adik-adik di komunitas ini juga memberikan edukasi bagaimana saat berhadapan dengan hewan-hewan ini. Bagi masyarakat yang masih awam tentu perlu pendampingan menghindari hal-hal yang tidak diinginkan,” ungkap Wawako Mawardi.
Pada kesempatan tersebut Wawako Mawardi untuk pertama kali memegang dan meraba salah satu ular yang ditampilkan anggota Komunitas. Selain itu juga tidak sedikit penginjung yang phobia pada ular mulai mencoba-coba untuk meraba dan memegang ular yang dipamerkan komunitas ini. (isril)