Kabut Asap di Bukittinggi Dikeluhkan Pedagang
  • Home
  • Berita
  • Kabut Asap di Bukittinggi Dikeluhkan Pedagang

Kabut Asap di Bukittinggi Dikeluhkan Pedagang

BUKITTINGGI- Bencana kabut asap di wilayah Sumatera telah mengganggu banyak sektor perekonomian masyarakat. Di Kota Bukittinggi, bencana kabut asap dikeluhkan sejumlah pedagang karena omset penjualan menjadi merosot.

Pada Sabtu (19/9) terpantau aktifitas di Pasar Atas Bukittinggi terlihat lengang dari biasanya. Kondisi ini menurut pedagang sudah terjadi sejak bencana kabut asap melanda.

” Sejak bencana kabut asap, tingkat kunjungan pembeli dan omset penjualan semakin merosot,” ungkap Neli, seorang pedagang perhiasan aksesoris.

Hal sama juga diakui Emi, padagang pakaian. Tebalnya kabut asap diduga membuat pembeli lokal malas keluar rumah. Sementara pembeli luar daerah seperti dari Pekanbaru dan Jambi saat ini belum banyak yang datang karena di daerah itu bencana kabut asap lebih parah.

Pantauan padang media, kabut asap terlihat cukup tebal pada Sabtu (19/9) tersebut. Jarak pandang dari Gedung Bung Hatta ke arah Pasar Atas dan Jam Gadang berkurang sementara langit tak terlihat.

Informasi dari BNPB, Sumbar terkena dampak kabut asap dari Riau dan Jambi. Namun, di Sumbar sendiri berdasarkan pantauan Satelit Terra Aqua juga terdeteksi titik api (hotspot) sebanyak 25 titik.

Menurut Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho, upaya pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang menjadi sumber bencana kabut asap terus dilakukan. Penegak hukum juga terus memburu pelaku pembakaran lahan.

Sutopo juga menginformasikan, jumlah titik api terus berkurang. Hingga Jumat (18/9) titik api di Sumatera terpantau 471 titik sementara di Kalimantan terpantau 398 titik. (feb)

Berita Terkait

Leave a Reply