
PADANG – Empat orang dilaporkan tewas akibat longsor yang terjadi di Kabupaten Limapuluh Kota, Jumat (3/3). Selain merenggut korban jiwa, longsor di Km 17 Koto Alam, Kecamatan Pangkalan (jalan yang menghubungkan Sumbar – Riau) mengakibatkan 8 mobil tertimpa longsoran. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyebut, pencarian terhadap korban terus dilakukan.
Menurut Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho, terdapat 12 titik banjir di 7 kecamatan dengan titik tertinggi dan terparah 1,5 meter di Kecamatan Pangkalan akibat meluapnya Sungai Maek.
Sementara itu, jalan negara yang menghubungkan Sumbar – Riau terputus karena ada 9 titik lokasi longsor di wilayah Kecamatan Pangkalan. Termasuk akses menuju kota Kecamatan Pangkalan yang terkena banjir terputus seluruhnya. Ada sekitar 13 titik longsor di Kabupaten Limapuluh Kota.
Tim gabungan BPBD Limapuluhkota bersama Polisi (Brimob), TNI, Basarnas, PLN, Dinas Sosial, Dinkes, Relawan berupaya membersihkan material longsor untuk menuju Kecamatan Pangkalan yang terdampak banjir.
BPBD Limapuluh Kota, katanya, telah menghubungi BPBD Kabupaten Kampar Riau untuk membantu penanganan banjir di Kecamatan Pangkalan dengan berusaha masuk melalui Riau, tapi tidak dapat tembus juga karena terhalang longsor.
Logistik dan bantuan perahu karet untuk evakuasi belum bisa masuk ke wilayah Kecamatan Pangkalan karena terhalang tiga titik longsor besar lagi yang harus dibersihkan.
Saat ini, PLN mematikan listrik di beberapa wilayah terdampak banjir sehingga sulit berkomunikasi. Namun, belum dipastikan data berapa jumlah KK yang terdampak karena lokasi belum bisa ditembus petugas. (rin/*)






