Dua Warga Tewas dalam Bencana Banjir di Bekasi
  • Home
  • Berita
  • Dua Warga Tewas dalam Bencana Banjir di Bekasi

Dua Warga Tewas dalam Bencana Banjir di Bekasi

JAKARTA – Bencana banjir di Kota Bekasi menelan korban jiwa. Dua orang dilaporkan tewas sementara ribuan rumah di 24 kelurahan pada 10 kecamatan terendam. Banjir terjadi sejak Minggu (19/2) karena luapan Sungai Cileungsi-Cikeas, Kali Bekasi dan Sungai Cakung.

Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho menerangkan, warga meninggal dunia dalam bencana tersebut adalah Hengky (15), warga Kelurahan Jatibening Baru dan Muhammad Rizky (16) warga Kelurahan Pejuang. Sementara 100 keluarga (KK) atau sekitar 400 jiwa mengungsi.

“Banjir menyebabkan dua orang meninggal dunia akibat hanyut yaitu Hengky (15) warga Kelurahan Jatibening Baru dan Muhammad Rizky (16) warga Kelurahan Pejuang,” kata Sutopo Selasa (21/2) malam.

Dia menambahkan, hujan pada Selasa dinihari menyebabkan banjir meluas menggenangi beberapa wilayah. Tercatat banjir melanda Kecamatan Jati Asih, Bekasi Selatan, Mustika Jaya, Rawa Lumbu, Pondok Gede, Bekasi Barat, Pondok Melati, Bekasi Utara, Medan Satria dan Bantargebang.

14 kompleks perumahan yang padat penduduk juga terendam banjir dengan ketinggian mencapai 1,2 – 2 meter. Di Kelurahan Margahayu Kecamatan Bekasi Timur banjir merendam Perum Dosen IKIP dan Perum Surya Mandala.

Sedangkan di Kecamatan Bekasi Selatan banjir merendam 12 komplek perumahan yaitu Perum Mutiara Gading Timur (MGT), Pondok Timur Indah (PTI), Pondok Ungu Permai (PUP), Perum Nasio, Perum Duta Indah, Perum Interup Asri, Kel. Jati Waringin, Pondok Hijau, Permai, Pondok Chandra Melati, Kel. Harapan Mulya, Perum Bougenvil, Perum Griya Jatisari, Komplek Buana Risma, dan Jalan Jatiluhur.

Titik pengungsian  100 KK (400 jiwa) tersebar di tiga lokasi yaitu 20 KK dengan 80 Jiwa di IKIP (Pondok Gede), 10 KK  dengan 40 Jiwa di Kalibaru (Bekasi Barat) dan 70 KK  dengan 280 Jiwa di Duren Jaya (Bekasi Timur).

Banjir menyebabkan 1.314 KK terdampak. Diperkirakan jumlah ini bertambah karena perumahan yang terdampak banjir adalah perumahan padat penduduk. BPBD Kota Bekasi masih melakukan pendataan.

“Kondisi banjir di perumahan IKIP Pondok Gede masih setinggi 2 meter,” ulasnya.

Upaya penanganan darurat masih terus dilakukan BPBD Kota Bekasi bersama BNPB, Basarnas, TNI, Polri, SKPD, Tagana, PMI, relawan, masyarakat dan dunia usaha. Penyaluran logistik bantuan bencana sudah sampai ke tempat lokasi kejadian. Posko dan dapur umum telah didirikan. Peralatan dan perlengkapan bencana banjir sudah dikirim ke lokasi kejadian.

Tim SAR gabungan melakukan evakuasi warga di beberapa titik-titik banjir seperti di Perum Dosen IKIP, Perum Pondok Hijau Permai (PHP) dan Perum Pondok Ungu Permai (PUP). Hingga saat ini belum ada penetapan status tanggap darurat oleh Walikota Bekasi.

Masyarakat dihimbau untuk selalu waspada. Ancaman banjir susulan masih tinggi mengingat potensi hujan masih tinggi hingga akhir Februari nanti. Para orantua dihimbau untuk selalu mengawasi anak-anak yang bermain di tempat banjir. Korban hanyut terjadi saat bermain di lokasi banjir. Listrik hendaknya juga dimatikan. Lakukan langkah-langkah antisipasi menghadapi banjir. (feb/*)

Berita Terkait

Leave a Reply