Pertumbuhan Ekonomi Padangpanjang Belum Stabil
  • Home
  • Berita
  • Pertumbuhan Ekonomi Padangpanjang Belum Stabil

Pertumbuhan Ekonomi Padangpanjang Belum Stabil

Penyampaian RAPBD P 2015 Kota Padangpanjang. (isril)

PADANGPANJANG – Mengamati perkembangan Kota PadangPanjang 5 hingga 7 tahun terakhir, khusus terkait sektor makro ekonomi, Fraksi Golkar DPRD Kota Padangpanjang menilai, perkembangan pertumbuhan ekonomi Kota Padangpanjang 2007–2013 sangat fluktuatif.

Hal itu disampaikan Fraksi Golkar pada pandangan umumnya terhadap RAPBD-P yang diajukan Wako Hendri Arnis sebelumnya.

Menurut Fraksi Golkar, belum terjadinya pertumbuhan ekonomi yang stabil harus menjadi perhatian dan kajian kita bersama agar pertumbuhan ekonomi Kota Padangpanjang mengalami peningkatan setiap tahunnya. Dengan langkah-langkah dan kebijakan yang kongkrit, terutama dari program dan kegiatan yang dilahirkan setiap tahun dari APBD.

“Harus ada evaluasi terhadap semua program dan kegiatan tersebut. Apakah ada menunjang atau tidak terhadap pertumbuhan ekonomi. Bila ada, tentu ini harus kita lanjutklan serta tingkatkan. Akan tetapi, bila tidak memiliki pengaruh yang signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi lebih baik diganti atau dihilangkan saja. Peningkatan pertumbuhan ini mengartikan bahwa terjadi peningkatan kesejahteraan masyarakat, peningkatan pendapatan, bertambahnya lapangan kerja, meningkatnya konsumsi rumah tangga dan lain lain,” ungkap Sekretaris Fraksi Golkar, Novi Hendri Dt Bagindo Saidi.

Secara detail, peranan sektor-sektor ekonomi terhadap pertumbuhan ekonomi khususnya PDRB, dilihat dari perkembangan distribusi persentase PDRB Kota Padangpanjang kurun waktu 7 tahun terakhir dapat dinyatakan
bahwa secara umum terjadi perubahan secara perlahan dari struktur perekonomian kota Padangpanjang. Sektor jasa–jasa, sektor perdagangan, hotel dan restoran, keuangan, persewaan dan jasa perusahaan, sektor pengangkutan dan komunikasi memiliki kontribusi yang tinggi terhadap pertumbuhan ekonomi Kota Padangpanjang. Sementara, sektor pertanian mulai mengalami penurunan peranannya.

“Hal ini dapat kita berikan pendapat bahwa Kota Padangpanjang menuju Kota Jasa dan Perdagangan. Pertumbuhan sektor ini telah menciptakan lapangan kerja baru bagi masyarakat. Sektor pertanian tidak lagi menjadi pilihan utama. Tentunya kajian awal kami ini dapat memberikan informasi bagi kita ke depan dalam mengambil kebijakan yang tepat untuk kemajuan kota Padangpanjang,” Jelas Novi Hendri.

Menanggapi tentang perubahan APBD Kota Padangpanjang tahun 2015, Fraksi Golkar melihat bahwa perkembangan penerimaan PAD kurun waktu 2010 – 2015 mengalami kenaikan setiap tahun. Komponen Pendapatan Asli Daerah merupakan salah satu ukuran keberhasilan kinerja pemerintah daerah dalam menghimpun potensi pendapatan yang dikelola langsung oleh daerah dan sangat berkaitan dengan kemampuan keuangan daerah. Untuk itu, Fraksi Golkar berharap pemerintah daerah khususnya SKPD yang mengelola pendapatan untuk bekerja maksimal dalam meningkatkan PAD. (isril)

Berita Terkait

Leave a Reply