JAKARTA- Direktur Perdagangan dan Pengaturan Anggota Bursa PT Bursa Efek Indonesia (BEI) Irvan Susandy berpesan, di era pesatnya perkembangan digital, masyarakat terutama investor untuk menjaga akun saham dan rekening dengan tingkat pengamanan yang kuat. Menurutnya, pasar modal sangat erat dengan kemajuan teknologi, termasuk dengan penggunaan AI.
Pesan itu disampaikan dalam sambutan membuka kegiatan gelar wicara “Naik Level Bersama AI, Makin Cerdas di Era Keuangan Digital”, Sabtu (7/11/2026). Gelar wicara tersebut merupakan bagian dari rangkaian kegiatan Capital Market Summit & Expo (CMSE) 2026 yang berlangsung sejak Kamis (5/11).
“Dalam kesempatan ini saya berpesan kepada semuanya, agar di era keuangan digital ini, untuk mengamankan akun dan rekening dengan tingkat pengamanan lebih kuat dan diperbarui secara berkala, dasar-dasar transaksi elektronik hendaknya dipelajari dan dipahami,” kata Irvan.
Irvan menyebutkan, kemampuan kecerdasan buatan atau artificial intelegence (AI) semakin berkembang dan telah menjangkau seluruh belahan dunia di segala bidang, termasuk di sektor keuangan. Saat ini, aktivitas di pasar modal terutama pasar saham juga tidak terlepas dari peran AI.
“Pesatnya kemajuan AI ini, kami berharap dapat dimanfaatkan untuk membantu investor dalam bertransaksi di pasar modal. Pemanfaatannya perlu kehati-hatian karena di era digital sudah banyak kejadian yang merugikan masyarakat,” katanya.
Dalam kesempatan itu, Irvan menyebut, saat ini investor di pasar modal Indonesia sudah mencapai hampir 34 juta SID, dengan hampir 10 juta investor yang bertransaksi saham. Ia mengungkap, transaksi harian bahkan bisa mencapai 400 ribu pada saat aktivitas tinggi.
“Transaksi harian paling tinggi hampir mencapai 400 ribuan, sedangkan untuk rata-rata harian sekitar 280 ribu sampai 290 ribuan investor yang bertransksi. Bahkan di situasi yang paling jelek sekalipun, transaksi masih di atas 200 ribuan perhari, Sementara untuk nilai transaksi harian rata-rata mencapai Rp34 triliun,” ujarnya.
Gelar wicara tersebut menghadirkan Widya Listyowulan, Director of Government Affairs Microsoft Indonesia dan Kelly Patricia, influencer keuangan WMI Sertifice. Gelar wicara tersebut dimoderatori duo Penyiar Radio Dian FM, Kemal dan Sinyo.
Kelly mengungkapkan, AI sudah seperti asisten pribadi namun ia menegaskan, AI tidak secerdas instruksi penggunanya. Semakin cerdas instruksi yang disampaikan pengguna akan semakin cerdas jawaban yang diperoleh dari AI.
“Meski demikian, pakai AI boleh, tapi tetap harus pakai otak juga. AI bisa salah, jadi kalau kita percaya 100 persen ke AI tanpa men-chalenge, yang menanggung konsekwensinya kita sendiri, bukan AI,” ungkapnya.
CMSE 2026 berlangsung selama tiga hari mulai Kamis hingga Sabtu (5 sampai 7 November 2026), dengan mengangkat tema “Satu Langkah Investasi, Berjuta Peluang Masa Depan” dengan menghadirkan berbagai kegiatan terkait investasi dan kepasarmodalan. Antara lain seminar edukasi, sosialisasi, gelar wicara, termasuk juga menggencarkan edukasi investasi syariah, ETF emas, dan pemanfaatan kecerdasan buatan (Artificial Inteligence) dalam keuangan.
Direktur Utama PT BEI Jeffrey Hendrik dalam pembukaan CMSE 2026 menjelaskan, tujuan dari gelaran tersebut adalah untuk mengajak masyarakat mengenal pasar modal lebih dekat dan memulai perjalanan investasi dengan pengetahuan, perencanaan, serta pemahaman terhadap risiko.
Penyelenggaraan CMSE 2026 menurut Jeffrey menjadi bagian dari upaya BEI dan SRO serta seluruh pemangku kepentingan pasar modal untuk memperluas literasi dan inklusi keuangan, sekaligus memperkuat peran pasar modal dalam mendukung pertumbuhan ekonomi nasional melalui penghimpunan dana jangka panjang, perluasan akses investasi dan peningkatan partisipasi masyarakat. FEB







