PADANG- Selama tiga hari penyelenggaraan Sumatera Barat Creative Economy Festival (SCF) Tahun 2026, Jumat sampai Minggu (28 sampai 30 Agustus 2026), transaksi pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) mencapai lebih dari tiga miliar Rupiah.
Hal itu diungkapkan Kepala Perwakilan Bank Indonesia wilayah Sumatera Barat Mohammad Abdul Majid Ikram saat penutupan SCF 2026 di Pangeran Beach Hotel Padang, Minggu (30/8/2026).
“Data hari kedua transaksi dari 68 both yang disediakan dan diisi oleh 84 pelaku UMKM dan brand mitra, nilai penjualan sudah mencapai Rp2,8 miliar. Untuk hari terakhir ini belum masuk datanya, namun diperkirakan akan mencapai lebih dari Rp3 miliar,” ungkap Majid.
Ia menyebutkan, capaian penjualan tersebut sangat fantastis yang menunjukkan minat masyarakat terhadap produk-produk UMKM yang ditawarkan sangat tinggi. Transaksi dilakukan dengan menggunakan Quick Respos Indonesian Standard (QRIS) dengan nilai pembelian minimal Rp100 ribu mendapatkan potongan Harga Rp35 ribu.
Penjualan langsung sementara SCF 2026 mencapai Rp917.762.200, terdiri atas Rp289.908.800 pada hari pertama, Rp375.989.900 pada hari kedua, dan Rp251.863.500 pada hari ketiga. Angka hari ketiga masih sementara karena transaksi dan rekapitulasi masih berlangsung. Ditambah penjualan daring selama Agustus 2026 hingga pelaksanaan SCF sebesar Rp1.337.300.000, total sementara penjualan langsung dan daring mencapai Rp2.255.062.200.
SCF 2026 juga menghasilkan Letter of Intent (LOI) atau komitmen transaksi dengan buyer asal Taiwan senilai Rp490.800.000. Dengan memperhitungkan penjualan langsung, penjualan daring, dan LOI tersebut, keseluruhan capaian sementara transaksi dan potensi kerja sama mencapai Rp2.745.862.200. Nilai ini akan diperbarui setelah seluruh transaksi dan rekapitulasi hari ketiga selesai dilakukan.

Majid menekankan, penyelenggaraan SCF oleh Bank Indonesia pda intinya adalah sebagai upaya untuk mendorong penguatan UMKM dan ekonomi kreatif. Di samping untuk transaksi langsung pada saat SCF berlangsung, target jangka panjangnya adalah bagaimana melakukan penguatan UMKM melalui upaya memperluas akses pasar, akses permodalan, serta peningkatan kapasitas pelaku UMKM itu sendiri.
“Untuk itu dalam SCF Tahun 2026 juga menghadirkan berbagai kegiatan seperti gelar wicara (talkshoew), termasuk juga dengan menghadirkan pelaku UMKM yang sudah sukses untuk sharing knowledge (berbagi pengtahuan), serta serangkaian kegiatan menarik lainnya,” ujarnya.
Majid menyampaikan apresiasi kepada seluruh pelaku UMKM yang berpartisipasi dalam SCF Tahun 2026. Ia menyebutkan, produk-produk yang ditampilkan sangat mencerminkan kekayaan ekonomi kreatif Sumatera Barat.
Selain itu, lanjutnya, juga dilakukan business matching export dengan dipertemukannya 21 UMKM dengan buyer atau mitra. Pada SCF tahun ini juga tercapai kesepakatan ekspor tiga UMKM dengan nilai ceremony export US $119 ribu.
Ia optimistis, melalui kolaborasi yang baik antara Bank Indonesia, pemerintah, pelaku UMKM, dan pemangku kepentingan lainnya, ekonomi kreatif Sumatera Barat akan terus berkembang dan maju dengan jangkauan pemasaran internasional. F







