Dibanding Nasional, Indeks Literasi dan Inklusi Keuangan Sumbar Lebih Tinggi
  • Home
  • Berita
  • Dibanding Nasional, Indeks Literasi dan Inklusi Keuangan Sumbar Lebih Tinggi

Dibanding Nasional, Indeks Literasi dan Inklusi Keuangan Sumbar Lebih Tinggi

WhatsApp Image 2026 08 20 at 12.08.57

PADANG- Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Sumatera Barat Roni Nazra menyebut, tingkat literasi dan inklusi keuangan masyarakat Sumatera Barat lebih tinggi dibanding nasional.

Hal itu diungkap Roni Nazra dalam puncak peringatan Hari Indonesia Menabung (HIM) di Gedung Pertemuan UPI Convention Center, Padang, Kamis (20/8/2026). Roni mengatakan, data tersebut berdasarkan hasil Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) Tahun 2026 yang baru saja diumumkan beberapa hari lalu.

“Dari hasil SNLIK tahun 2026 yang baru diumumkan, tingkat literasi dan inklusi keuangan Sumatera Barat lebih tinggi dari nasional,” katanya.

Berdasarkan SNLIK yang dilaksanakan OJK Bersama Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) dan Badan Pusat Statistik (BPS), indeks literasi keuangan nasional adalah 69,57 persen. Sedangkan indeks inklusi keuangan nasional mencapai 93,61 persen.

“Sementara untuk Provinsi Sumatera Barat, indeks literasi keuangan mencapai 76,65 persen dan indeks inklusi keuangan menyentuh angka 95,37 persen,” terang Roni.

Meski demikian, Roni menegaskan, masih terdapat kesenjangan yang membutuhkan perhatian serius dari pemerintah daerah dan pemangku kepentingan terkait. Sebagian masyarakat masih membutuhkan peningkatan literasi dan aksesibilitas terhadap layanan keuangan.

“Masih ada kesenjangan yang harus menjadi perhatian serius, literasi harus terus ditingkatkan, demikian juga aksesibilitas masyarakat terhadap layanan keuangan,” ujarnya.

Roni menilai, menjadikan budaya menabung di bank merupakan salah satu upaya yang bisa meningkatkan literasi dan inklusi keuangan masyarakat. Untuk itu, melalui Hari Indonesia Menabung, menjadi salah satu momen penting untuk meningkatkan literasi dan inklusi keuangan sekaligus semakin mendekatkan masyarakat kepada akses perbankan.

Lebih jauh Roni menyebutkan, kebiasaan menabung bisa menjadi strategi pemberdayaan ekonomi masyarakat. OJK Sumatera Barat terus mendorong masyarakat untuk menabung, termasuk kepada pelajar melalui program Satu Rekening Satu Pelajar (Kejar).

Roni mengungkap, melalui program Kejar telah mencatatkan peningkatan yang cukup signifikan terhadap kepemilikan rekening pelajar dan jumlah total tabungan. Tercatat sebanyak 1,48 juta rekening pelajar dengan jumlah simpanan mencapai Rp262,48 miliar per tahun 2026.

“Ini menunjukkan tingginya minat pelajar dalam membangun budaya menabung sejak dini, sekaligus menjadi indikator positif dalam mendorong literasi dan inklusi keuangan di kalangan pelajar. Program Kejar menjadi sarana mengenalkan pengelolaan keuangan secara bijak kepada generasi muda,” kata Roni.

Hari Indonesia Menabung 2026 mengusung tema “Merajut Masa Depan Melalui Literasi dan Inklusi”. Kegiatan itu diharapkan menjadi momentum untuk mendorong masyarakat terutama pelajar menjadikan kebiasaan menabung sebagai budaya serta meningkatkan pemahaman terhadap pengelolaan keuangan untuk kesejahteraan di masa depan. F

Berita Terkait

Leave a Reply