Olah Sampah Plastik Jadi BBM, IKPKI Terkendala Dana
  • Home
  • Berita
  • Olah Sampah Plastik Jadi BBM, IKPKI Terkendala Dana

Olah Sampah Plastik Jadi BBM, IKPKI Terkendala Dana

PADANG- Ikatan Komunitas Pemuda Kreatif dan Inovatif (IKPKI) mengklaim telah menemukan bahwa sampah plastik bisa diolah menjadi pengganti bahan bakar minyak (BBM). Komunitas tersebut saat ini tengah mengembangkan temuan tersebut dan dari hasil penelitian yang telah mereka lakukan, 1 kilogram sampah plastik bisa diolah menjadi sekitar 600 cc cairan yang bisa dijadikan sebagai BBM.

” Dari hasil penelitian, sekitar 1 kilogram sampah plastik bisa menghasilkan sekitar 600 cc cairan yang bisa menjadi pengganti BBM,” kata Adit, perwakilan IKPKI di gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) provinsi Sumatera Barat, Rabu (5/8).

Kendala yang dihadapi IKPKI saat ini menurut Adit, adalah dana untuk membeli peralatan pengolahan sampah plastik. Ia mengaku peralatan tersebut akan menghabiskan dana sekitar Rp8 juta dan berharap bantuan dari DPRD. Sementara untuk sarana pendukung lainnya, ia menyatakan bisa mengusahakan sendiri atau meminta bantuan dari yang lain.

Ia melihat peluang yang bisa diperoleh dari pengembangan tersebut selain untuk mengolah sampah plastik yang sudah terbuang menjadi BBM yang tentu saja akan bermanfaat kembali juga membuka peluang kerja. Disamping itu, hasil pengolahan bisa dijadikan BBM alternatif.

Novi Yuliasni dan Yuliarman, anggota DPRD Sumbar yang menerima kedatangan IKPKI tersebut sangat merespon temuan cairan pengganti BBM oleh IKPKI tersebut. Yuliarman menyatakan sangat mendukung pengembangan dari hasil penelitian itu karena memiliki nilai ekonomis juga membuka peluang kerja dan mengolah barang yang tidak berguna menjadi bermanfaat.

” Jika memang seperti itu sangat perlu didukung karena hasil penelitian itu memiliki nilai ekonomis, membuka peluang kerja juga menjadikan sampah plastik yang tidak berguna menjadi bermanfaat kembali,” kata Yuliarman.

Ia meminta IKPKI membuat rincian-rincian peralatan pengolah yang dibutuhkan dalam bentuk proposal dan berjanji akan mengupayakannya untuk dibantu. Ia juga meminta pemerintah daerah melalui instansi terkait dapat memperhatikan kreatifitas kelompok-kelompok masyarakat seperti yang telah dilakukan oleh IKPKI tersebut.

Novi Yuliasni, anggota DPRD Sumbar yang juga menyambut kedatangan IKPKI menambahkan, untuk memudahkan mendapatkan dukungan dana dari pemerintah provinsi menyarankan untuk membentuk wadah yang jelas sehingga DPRD nantinya bisa memperjuangkan bantuan tersebut. Kreatifitas IKPKI yang bisa mengolah sampah plastik menjadi cairan pengganti BBM itu patut mendapat dukungan untuk dikembangkan.

” Bentuk satu wadah dengan kepengurusan seperti karang taruna dan ajukan proposal. DPRD akan lebih mudah memperjuangkan dana untuk bantuan. Kreatifitas ini sangat patut mendapat dukungan,” katanya. (feb)

Berita Terkait

1 Komentar
  • Leave a Reply