
PADANGPANJANG — Pemerintah Kota (Pemko) Padangpanjang menggelar High Level Meeting bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kota Padangpanjang, di Hall Lantai III Balaikota, Rabu (16/3).
Hal itu guna mengatasi kenaikan harga dimasa pandemi serta menjelang bulan Ramadhan dan Idul Fitri.
Walikota Padangpanjang, H. Fadly Amran, BBA menyebutkan, terjadinya inflasi karena masih kurangnya peredaran uang di Kota Padangpanjang. Hal tersebut masih dilatarbelakangi kondisi ekonomi masyarakat dimasa pandemi yang membuat daya beli masyarakat cenderung menurun.
“Banyak keluhan dari para pedagang, yang masih sepi transaksi jual beli, semoga kehadiran kita dalam membahas inflasi ini dapat berdampak mengendalikan dan menekan angka inflasi di Kota Padangpanjang,” sebut Fadly.
Fadly menyampaikan, High Level Meeting ini sangat strategis yang merupakan wujud sinergi dan komitmen bersama guna menjaga tingkat inflasi, sebagai salah satu prasyarat pertumbuhan ekonomi yang inklusif, berkesinambungan dan berkeadilan. Sebagai salah satu langkah untuk meningkatkan pembangunan dan kesejahteraan masyarakat.
“Kami sangat memahami, adanya inflasi dapat berpengaruh terhadap perekonomian masyarakat dan daerah. Bagi masyarakat umum, inflasi menjadi suatu perhatian, karena inflasi berpengaruh terhadap kesejahteraan hidup dan bagi dunia usaha. Laju inflasi merupakan faktor yang sangat penting dalam membuat berbagai keputusan,” ungkapnya.
Ditambahkan Fadly, inflasi yang tidak stabil akan menciptakan ketidakpastian bagi pelaku ekonomi dalam mengambil keputusan. Dari pengalaman, inflasi yang tidak stabil akan menyulitkan keputusan masyarakat dalam melakukan konsumsi, investasi dan produksi, yang pada akhirnya akan menurunkan pertumbuhan ekonomi. (de)
VBWS 2023, Walikota Fadly Ingin Padangpanjang Diuntungkan
PADANGPANJANG – Walikota, H. Fadly Amran, BBA ingin Kota Padangpanjang menjadi daerah yang diuntungkan, dengan adanya Program Visit Beautiful West Sumatera (VBWS) 2023 yang dicanangkan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat (Sumbar).
Hal tersebut disampaikan Walikota Fadly Amran pada acara High Level Meeting Tim Pengendalian Infalasi Daerah (TPID), yang dilaksanakan di Aula Lantai III Balaikota, Rabu (16/3).
“Saya ingin Padangpanjang salah satu yang betul-betul menikmatinya. Jangan sampai kita kalah gerak. Saya ingin Padangpanjang menjadi daerah yang diuntungkan,” papar Fadly.
Menurutnya, spot wisata harus dipilih mana yang layak untuk VBWS 2023 itu. Sehingga ketika membuat kalender event, lebih jelas. “Mana yang menjadi peluang-peluang untuk bisa merepresentasikan kita kepada pelancong yang ditargetkan,” ujarnya.
Wisata religi dengan tujuan masjid terindah, ujar Fadly, Masjid Islamic Center harus masuk. “Begitupun paket wisata kuliner, harus masuk Pasar Kuliner. Kalau desa wisata, Kubu Gadang, Lalu, kalau masjid tua, Masjid Asasi,” ucapnya.
Dalam rapat tersebut, turut dibahas ketersediaan minyak goreng. “Minyak goreng menjadi komoditas yang sangat berpengaruh terhadap perekonomian kita. Saya minta kepada distributor, kita bisa bersinergi dengan pemerintah dengan pengawasan,” ujarnya.
Fadly menginstruksikan harga dan ketersediaan minyak goreng terjamin. “Dengan proyeksi perekonomian yang tumbuh, ke depan menjadi semangat optimisme khususnya di Padangpanjang. Melalui rapat ini bisa melihat faktor ekonomi makro, apa saja yang menjadi prioritas pembangun kita. Kita kota perlintasan, kota tujuan, kota wisata, dan kita kota kuliner,” pungkasnya. (de)






