Kesadaran Bervaksin Wali Murid Tinggi, Wagub Agam Beri Apresiasi
  • Home
  • Agam
  • Kesadaran Bervaksin Wali Murid Tinggi, Wagub Agam Beri Apresiasi

Kesadaran Bervaksin Wali Murid Tinggi, Wagub Agam Beri Apresiasi

Image
Wakil Bupati Agam, Irwan Fikri, SH saat berdialog dengan siswa SDN 19 Pasir Tinggi usai divaksin.
Wakil Bupati Agam, Irwan Fikri, SH saat berdialog dengan siswa SDN 19 Pasir Tinggi usai divaksin.

AGAM – Wakil Bupati Agam, Irwan Fikri, SH Dt. Parpatiah mengapresiasi tingginya kesadaran wali murid di SDN 19 Pasir Tinggi, Kecamatan Ampek Nagari, Kabupaten Agam akan pentingnya vaksinasi Covid-19 bagi pelajar.

“Saya kira ini SD pertama di Agam, yang melaksanakan vaksinasi secara massal dengan jumlah peserta begitu besar,” ujarnya saat meninjau pelaksanaan vaksinasi bagi anak usia 6-11 tahun, di SDN 19 Pasir Tinggi, Selasa (15/2) kemarin.

Menurutnya, antusiasme wali murid di daerah itu patut diacungi jempol. Bahkan, semangat wali murid itu semestinya menjadi contoh bagi orang tua murid yang berada di pusat pemerintahan.

“Bahkan wali murid di sini datang mengantarkan dan mendampingi anaknya secara langsung untuk divaksinasi,” sebutnya.

Wabup Agam yang juga Ketua Satgas Penanganan Covid-19 itu berharap SDN 19 Pasir Tinggi menjadi role model pelaksanaan vaksinasi di sekolah, untuk anak usia 6-11 tahun di Kabupaten Agam.

Hal senada juga diutarakan Kepala SDN 19 Pasir Tinggi, Rika Susanti. Disebutkan anak didiknya yang jadi sasaran vaksin berkisar 500 orang, di mana vaksinasi ini katanya sudah dilaksanakan sejak Senin lalu.

“Alhamdulillah, kesadaran wali murid untuk memvaksin anaknya begitu tinggi, bahkan kemaren anak didik kita yang sudah divaksin capai 238 orang,” ujarnya.

Dikatakan Rika, tingginya kesadaran wali murid mengantarkan anak-anaknya divaksin, murni dari keinginan mereka dan tidak ada paksaan untuk mengikuti vaksinasi ini.

Namun katanya, sebagian kecil ada wali murid yang tidak setuju anaknya divaksin, tapi setelah diberikan pemahaman dari pihak sekolah akhirnya mereka mau mengantarkan anaknya untuk divaksinasi.

“Pemberian vaksin ini orang tua harus mendampingi anaknya, kalau tidak kita tidak bisa memvaksinnya,” sebutnya.

Ia menyadari, vaksin ini upaya dalam menciptakan kekebalan tubuh baik diri sendiri maupun keluarga dan masyarakat secara luas, jadi ia imbau wali murid agar tidak termakan berita hoax yang menyebutkan vaksin berbahaya bagi tubuh.

“Kita semua sudah sama -sama melihat, sudah banyak masyarakat yang divaksin. Buktinya hinggi kini mereka masih sehat-sehat saja, jadi kenapa kita harus takut divaksin,” ujarnya. (Pit/Nita)

Berita Terkait

Leave a Reply