
JAKARTA- Selama Bulan Inklusi Keuangan (BIK) tahun 2021 berlangsung, tercatat pembukaan rekening baru dari berbagai industri jasa keuangan sebanyak lebih dari 2,5 juta. Selain itu, lebih dari 801 ribu debitur mendapatkan penyaluran kredit atau pembiayaan.
Anggota Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Bidang Edukasi dan Perlindungan Konsumen, Tirta Segara menyebutkan, total pembukaan rekening baru sebanyak 2.505.608 rekening. Sedangkan penyaluran kredit pembiayaan menjangkau 801.512 debitur.
“Ini merupakan pencapaian yang baik di tengah situasi pandemi Covid-19, sebagai bukti keberhasilan dalam beradaptasi dengan pola kerja dan pola hidup baru,” ungkap Tirta Segara me-review pelaksanaan BIK 2021, Jumat (5/11/2021).
Tirta menambahkan, langkah tersebut sangat penting untuk mengakselerasi proses pemanfaatan produk dan layanan keuangan bagi masyarakat demi tercapainya target inklusi keuangan. Pemerintah menargetkan tahun 2024 tingkat inklusi keuangan Indonesia pada angka 90 persen.
Tirta mengurai, peningkatan inklusi keuangan selama BIK 2021 antara lain dicatatkan dari sektor perbankan dengan 2.008.165 rekening dan 168.370 debitur. Termasuk di perbankan syariah yang mencatatkan 234.674 rekening dan 30.631 debitur.
Selanjutnya pasar modal mencatatkan 330.000 rekening efek. Pergadaian 15.608 rekening serta perasuransian mencatatkan 93.683 polis asuransi.
Perusahaan pembiayaan mendapatkan 633.142 debitur. Serta financial technology (fintech) mencapai 58.452 akun.
Tirta menjelaskan, BIK 2021 bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan penggunaan masyarakat terhadap produk dan layanan jasa keuangan untuk mendukung program pemulihan ekonomi nasional (PEN).
Mengusung sekitar 2.183 kegiatan di seluruh Indonesia, BIK 2021 diikuti oleh 1.348.488 peserta. Sementara jumlah pengunjung virtual FinExpo BIK 2021 tercatat sebanyak 90.353 pengunjung.
Sementara itu, jenis kegiatan yang dilaksanakan selama BIK yang berlangsung sepanjang Oktober 2021 tersebut, antara lain adalah penjualan produk dan layanan jasa keuangan berintensif. Kemudian fasilitasi pemberian kredit atau pembiayaan bagi masyarakat bussines matching.
Kemudian juga ada pembukaan rekening, polis atau single identity investor (SID), kegiatan edukasi keuangan, podcast keuangan syariah IB Vaganza, serta sosialisasi baik dilakukan secara tatap muka maupun virtual, FineExpo dan sebagainya.
Tirta berharap, BIK 2021 semakin memperkuat sinergi kementerian dan lembaga dalam mendukung program PEN. Selain yang menjadi tujuan utama yaitu memacu pencapaian target inklusi keuangan tahun 2024. (Febry)






