
PADANGPANJANG- Meskipun berhasil turun ke level 1 Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM), Wali Kota Padangpanjang Fadly Amran mengingatkan agar warganya tetap waspada penyebaran Covid-19.
“Berdasarkan instruksi Mendagri, Kota Padangpanjang turun ke level 1 PPKM. Meski demikian, saya meminta warga jangan lengah. Tetap disiplin menerapkan protokol kesehatan,” kata Fadly, Kamis (21/10/2021).
Kota Padangpanjang ditetapkan turun ke level 1 PPKM berdasarkan Instruksi Menteri Dalam Negeri nomor 54 tahun 2021. Fadly Amran mengungkapkan, penurunan level tersebut merupakan kemajuan dalam penanganan pandemi Covid-19.
Dia berharap, tidak ada lagi kasus positif Covid-19 di Kota Padangpanjang. Sehingga kehidupan dan aktivitas ekonomi masyarakat dapat kembali berjalan normal.
Untuk itu, ia sangat mengharapkan dukungan dari seluruh masyarakat agar tetap disiplin menerapkan protokol kesehatan agar tidak ada lagi penyebaran Covid-19. Memakai masker dan tetap menjaga jarak serta menghindari terjadinya kerumunan hendaknya benar-benar dilaksanakan dengan baik.
“Protokol kesehatan menjadi kunci dari upaya memutus mata rantai penyebaran Covid-19,” sebutnya.
Kemudian, Fadly juga mengimbau agar warga yang belum divaksinasi untuk segera mendatangi tempat pelayanan pemberian vaksin. Baik di Puskesmas maupun tempat lainnya yang sedang memberikan pelayanan vaksinasi.
“Vaksinasi menjadi upaya meningkatkan kekebalan tubuh, mencegah timbulnya kondisi kesehatan yang lebih buruk jika terpapar Covid-19. Jadi, segeralah untuk divaksin agar terbentul kekebalan dalam menghadapi pandemi Covid-19,” tandasnya.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Padangpanjang Nuryanuwar menambahkan, penetapan PPKM Level 1 untuk Kota Padangpanjang keluar tanggal 18 Oktober 2021 lalu. Ada beberapa indikator yang menjadi pertimbangan dalam penurunan level tersebut.
“Antara lain penambahan kasus positif harian tidak lebih dari lima orang. Kemudian tidak ada lagi kasus kematian akibat terpapar Covid-19,” sebutnya.
“Kemudian yang tak kalah pentingnya dari indikator tersebut adalah capaian vaksinasi Kota Padangpanjang yang cukup tinggi,” tambahnya.
Menurutnya, capaian vaksinasi Kota Padangpaniang saat ini sudah mencapai 66 persen untuk dosis pertama dan sekitar 40 persen untuk dosis kedua. Capaian tersebut merupakan yang tertinggi dari seluruh kabupaten dan kota di Sumatera Barat.
Nuryanuwar berharap, masyarakat semakin meningkatkan kedisiplinan menerapkan protokol kesehatan dalam beraktivitas agar tidak terjadi lagi penyebaran Covid-19 di Padangpanjang.
Sementara itu, hari ini (Kamis, 21 Oktober 2021), berdasarkan data Dinas Kesehatan Kota Padangpanjang, tidak ada penambahan kasus positif Covid-19. Total kasus positif selama pandemi di daerah itu tercatat 2.737 orang, sudah dinyatakan sembuh 2.685 orang dan kasus meninggal 51 orang.
Saat ini, tersisa satu kasus positif aktif di Padangpanjang. Pasien positif tersebut sedang menjalani isolasi mandiri. (Pebri)







