Longsor dan Pohon Tumbang Tewaskan Delapan Orang di Padang Pariaman
  • Home
  • Berita
  • Longsor dan Pohon Tumbang Tewaskan Delapan Orang di Padang Pariaman

Longsor dan Pohon Tumbang Tewaskan Delapan Orang di Padang Pariaman

Image

PADANGPARIAMAN- Delapan orang dilaporkan meninggal dunia akibat bencana hidrometeorologi di Kabupaten Padang Pariaman yang terjadi pada Rabu (29/9/2021) sekitar pukul 16.00 Wib.

Pelaksana Tugas Kepala Pusat Data Informasi dan Komunikasi Kebencanaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Abdul Muhari menyampaikan hal itu, Jumat (1/10/2021).

Berdasarkan laporan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat, tujuh orang meninggal dunia akibat tertimbun material longsor. Sedangkan satu orang lainnya meninggal akibat tertimpa pohon yang tumbang.

Terdapat sembilan titik longsor dengan pusat longsor yang memakan korban berada di Korong Tanah Taban, Nagari Pasie Laweh, Kecamatan Lubuak Alung.

“Tujuh orang meninggal akkbat longsor dan satu orang karena tertimpa pohon tumbang,” kata Muhari berdasarkan laporan operator Pusdalops BPBD Kabupaten Padang Pariaman, Yuan, Jumat sore.

Menurut Muhari, cuaca ekstrem yang terjadi pada Rabu pukul 16.00 WIB di Kabupaten Pariaman, mengakibatkan beberapa bencana hidrometeorologi di antaranya angin kencang, banjir bandang, dan tanah longsor di beberapa lokasi.

Data sementara Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BPBD Kab. Padang Pariaman pada Kamis (30/9),

Selain adanya korban meninggal, peristiwa itu juga menyebabkan lima orang luka-luka. Selain itu 280 keluarga terdampak banjir.

Selanjutnya sebanyak 338 unit rumah warga terendam banjir yang diakibatkan hujan dengan intensitas tinggi, 12 unit rumah rusak berat, 30 kendaraan bermotor rusak, lebih kurang 80 hektar lahan pertanian terendam. Dikabarkan tingga muka air saat kejadian berkisar antara 75-200 cm.

BPBD juga melaporkan beberapa pohon tumbang menimpa badan jalan provinsi sehingga akses lalu lintas dari Bandara Internasional Minangkabau ke Pariaman dan sebaliknya sempat terganggu. Kondisi terkini jalan sudah bisa dilewati kembali.

Terdapat 10 Kecamatan yang terdampak fenomena cuaca ekstrem tersebut yaitu Kecamatan Batang Anai, Kecamatan Ulakan Tapakih, Kecamatan Lubuak Aluang, Kecamatan 2×11 Kayu Tanam, Kecamatan Sintuak Loboh Gadang, Kecamatan Singai Limai, Kecamatan V Koto,  Kecamatan VII Koto Patamuan, Kecamatan Anam Lingkuang, dan Kecamatan IV Koto Aua Malintang.

Meskipun curah hujan saat ini sudah berkurang, BPBD setempat bersama organisasi terkait tetap waspada akan adanya potensi bencana susulan. Peringatan dini cuaca juga disampaikan kepada masyarakat.

Menurut prakiraan cuaca BMKG, Provinsi Sumatera Barat berpotensi mengalami hujan lebat disertai kilat dan angin kencang selama tiga hari mulai dari Kamis (30/9) hingga Sabtu (2/10).

BNPB terus mengimbau pemerintah daerah maupun masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan pada potensi bencana hidrometeorologi. Antara lain dengan memantau prakiraan cuaca pada laman BMKG dan potensi bencana pada inaRISK, mempersiapkan rencana kesiapsiagaan dan mitigasi vegetasi pada daerah rawan longsor, menjaga kebersihan daerah saluran air dan pemotongan bagian pohon yang mudah patah secara berkala, mempersiapkan lokasi evakuasi serta melakukan simulasi secara rutin untuk meningkatkan kapasitas masyarakat dalam menghadapi potensi bencana. (*/Febry)

Berita Terkait

Leave a Reply