CILEGON – Ketua Komisi III DPRD Padang, Yandri Hanafi SPd MPd mengatakan, Kota Cilegon dikenal sebagai kota kawasan industri serta Kota Baja. Karena, kawasan ini merupakan penghasil baja terbesar di Asia Tenggara, yakni industri Krakatau Steel. Selain itu, Cilegon juga merupakan kawasan industri Berikat Selat Sunda.
”Dipilihnya lokasi ini karena banyak hal yang akan dipelajari. Terutama berkenaan dengan peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) bagi Kota Padang di sektor perhubungan laut, retribusi perkapalan, penambahan jumlah armada Trans Padang, cara memperoleh dana pusat untuk perencanaan pembangunan jalan darat untuk mengurai kemacetan di Kota Padang, retribusi Penerangan Jalan Umum (PJU) serta pengelolaan rusunawa,” ujar Yandri terkait kunjungan kerja Komisi III DPRD Kota Padang ke Cilegon, Banten, dari tanggal 30 Juni sampai 4 Juli 2015.
Meski demikian, katanya, untuk hal-hal di atas tentu harus disesuaikan dengan daerah kita. Yang jelas, dewan sudah memiliki gambaran, terutama dalam penyusunan Kebijakan Umum Anggaran dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) APBD Perubahan tahun anggaran 2015.
Kota Cilegon merupakan kota dengan luas lebih kurang 175,5 km2. Jumlah penduduknya sebanyak 398.304 jiwa dengan PAD Rp511,6 miliar.
Sementara, Kota Padang PAD-nya hanya Rp398.000 miliar. Padahal, jumlah penduduk Kota Padang lebih besar dari Kota Cilegon. Potensi yang dimiliki Kota Padang juga tidak kalah dari Kota Cilegon.
Di Kota Cilegon, mereka banyak mengandalkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari industri, di samping PBB. Sementara di Kota Padang hanya fokus kepada pendidikan dan pariwisata. Sudah semestinya juga berpikir untuk industri.
Untuk Kota Padang, kawasan industri sendiri belum ada. Namun, ke depan Kota Padang harus dapat menggarap di bidang industri. Otomatis dengan perkembangan kawasan industri nanti, tentu juga akan menyerap tenaga kerja yang cukup banyak, sehingga dapat menekan tingkat pengangguran di Kota Padang.
Direncanakan, daerah Koto Tangah akan menjadi kawasan industri, ditunjang dengan adanya Kawasan Padang Industrial Park (PIP) serta pergudangan di sepanjang By Pass.
“Sektor industri harus memberikan kontribusi bagi pendapatan Kota Padang. Di samping untuk memajukan kota, dengan mendatangkan investor kita juga dapat membuka lapangan kerja dan mengurangi pengangguran,” ujarnya. (baim)






