
SAWAHLUNTO- Pemerintah Kota Sawahlunto nenghentikan sementara belajar tatap muka di sekolah, menyusul peningkatan kasus positif Covid-19 di daerah itu. Aktivitas belajar mengajar kembali dilaksanakan secara dalam jaringan (daring).
Wali Kota Sawahlunto Deri Asta mengeluarkan instruksi nomor 800/239/DISDIK.1/SWL/2021. Instruksi itu memuat tentang penyelenggaraan pembelajaran di masa pandemik Covid-19 di lingkungan Pemko Sawahlunto.
Kepala Dinas Pendidikan Kota Sawahlunto Asril menegaskan, dengan dikeluarkannya Instruksi Wali Kota Sawahlunto itu, maka belajar tatap muka dihentikan. Mulai Senin (26/7/2021) sampai 7 Agustus 2021 proses belajar mengajar di seluruh satuan pendidikan, dari jenjang Taman Kanak – Kanak sampai SLTA dilakukan secara daring.
“Langkah ini diambil sebagai kewaspadaan untuk mengantisipasi penyebaran Covid-19 tidak semakin meluas. Sebab beberapa waktu terakhir di Sumatera Barat, khususnya Kota Sawahlunto mengalami peningkatan kasus,” kata Asril Senin (26/7/2021).
Dia menambahkan, langkah penghentian sekolah tatap muka itu demi keselamatan masyarakat terutama anak-anak. Dia berharap masyarakat memahami kondisi yang terjadi agar mata rantai penyebaran Covid-19 dapat diputus.
Asril menjelaskan, belajar dari rumah tetap menggunakan prinsip pencapaian kurikulum. Belajar yang bermakna, penugasan yang bervariasi dan inovatif, kecakapan hidup bersifat insklusif dan kontekstual serta memanfaatkan program pendidikan lain.
“Diharapkan peran serta orang tua siswa untuk tetap memantau dan mendampingi anaknya selama belajar dari rumah,” harapnya.
Asril berharap masyarakat tetap disiplin protokol kesehatan supaya penyebaran virus corona ini dapat diatasi. Apabila nanti kondisi sudah mulai membaik, belajar tatap muka dapat dilaksanakan kembali.
Proses belajar mengajar di Kota Sawahlunto sudah dilakukan secara tatap muka sejak awal tahun ajaran baru 2021/2022. Daerah itu tidak termasuk yang terkena penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM). (Tumpak)





