Alumni Prihatin Tragedi Kecelakaan Bus Kampus Terulang Lagi
  • Home
  • Berita
  • Alumni Prihatin Tragedi Kecelakaan Bus Kampus Terulang Lagi

Alumni Prihatin Tragedi Kecelakaan Bus Kampus Terulang Lagi

Bus kampus Unand saat melayani mahasiswa dan masyarakat sekitar. (foto: unand.ac.id)
Bus kampus Unand saat melayani mahasiswa dan masyarakat sekitar. (foto: unand.ac.id)

PADANG – Sejumlah alumni Universitas Andalas (Unand) Padang mengucapkan duka cita mendalam atas tragedi kecelakaan bus kampus yang mengakibatkan dua korban meninggal dunia dan puluhan lainnya luka-luka. Sejak bus kampus bantuan Presiden RI dioperasikan tahun 2002, baru kali ini kecelakaan tragis yang menyebabkan korban jiwa terjadi.

Namun, sebelum kehadiran bus kampus, di mana transportasi mahasiswa Unand masih mengandalkan bus kota Pasar Raya – Kampus Unand, kecelakaan bus bukan hal yang asing terjadi. Terutama bagi mahasiswa angkatan 1990-an dan angkatan sebelumnya.

Mimi Gusti, alumni Biologi Unand angkatan 1994, mengaku prihatin atas peristiwa kecelakaan tersebut. “Sudah lama tak terdengar kecelakaan di kampus Unand. Kalau dulu, kecelakaan seperti sudah hal yang biasa. Saking seringnya, jadi lupa tahu berapa terjadi kecelakaan dan berapa korbannya,” ujarnya kepada padangmedia.com, Sabtu (13/2).

Seingatnya, ada sejumlah kecelakaan tragis yang menyebabkan sejumlah korban jiwa di rentang waktu 1994-1999. Di antaranya, kecelakaan di belokan Politeknik, kecelakaan di belokan FMIPA (dari Peternakan ke F MIPA), di jalan alternatif belakang Fakultas Hukum, penurunan menjelang gerbang, di kelok antara gerbang kampus dan Pasar Baru dan lain-lain.

“Tapi, kalau dulu, kecelakaan pada umumnya karena faktor human error di mana sopir sering ugal-ugalan. Pas jalan penurunan, bukannya ngerem, tapi sopir malah injak gas. Belum lagi mahasiswa disuruh berdesak-desakan mirip ikan sarden,” ujar alumni yang saat ini mengajar di Provinsi Jambi itu.

Alumni Unand lainnya, Marlis Fatma, angkatan 1996 Sosiologi, juga menyatakan duka citanya atas kejadian kecelakaan yang terjadi. “Jadi teringat perjuangan menuju kampus Unand dulunya,” ujar Fatma yang saat ini juga menjadi guru.

Prima St Kayo, alumni Sastra Inggris Unand angkatan 1996 juga menyatakan duka cita mendalam atas tragedi yang terjadi. Ia berharap tak ada lagi kejadian serupa di kemudian hari.

Ucapan duka cita sejak kemarin juga mengalir di sosial media. Dwi Septiani Wulandari, misalnya, di akun twitternya menulis, ‘Turut Berduka Cita atas kejadian kecelakaan Bus Unand no 01. Biasanya acok pai kampus jo Alm Apak Bus No 01’.

Sebelumnya diberitakan, peristiwa naas dialami bus Kampus Unand nomor  polisi BA 1050 A yang terguling jatuh di gerbang kampus Unand, Jum’at (12/2) sore sekitar pukul 17.45 WIB. Peristiwa itu langsung mendapat perhatian masyarakat banyak. Sejumlah mahasiswa serta warga sekitar membantu proses evakuasi korban.

Seluruh penumpang termasuk sopir dibawa ke tiga rumah sakit, yaitu Semen Padang Hospital, RS Yos Sudarso dan RSUP M Djamil. Dua orang korban dilaporkan tewas dalam peristiwa tersebut, yaitu Asril Zaini (58), sopir bus, menghembuskan nafas terakhirnya di RS M. Djamil. Korban lainnya, Husniwati Dewi, mahasiswi Fakultas Teknik Industri Universitas Andalas (Unand) BP 2012 menghembuskan nafas terakhirnya sekitar pukul 21.20 WIB setelah sempat mendapatkan perawatan di RS Semen Padang Hospital dan puluhan lainnya masih mendapat perawatan intensif. (rin)

Berita Terkait

Leave a Reply