
PADANG- Jumlah investor Sumatera Barat (Sumbar) di pasar modal menunjukkan peningkatan yang menggembirakan. Sejak Desember 2020 hingga Juni 2021, terjadi penambahan signifikan, mencapai 27 ribu lebih Single Investor Identification (SID).
Kepala Perwakilan Bursa Efek Indonesia (BEI) Sumbar, Early Saputra mengungkapkan, pada Desember 2020, jumlah SID ber-Kartu Tanda Penduduk (KTP) Sumbar 52.382 SID.
“Pada Juni 2021, jumlah SID ber-KTP Sumbar sudah mencapai 80.317 SID sehingga bisa dilihat terjadi penambahan sebanyak 27.571 SID selama tahun berjalan (year to date/ytd) atau naik 52,6 persen lebih,” kata Early, Jumat (9/7/2021).
Early merinci, dari total investor ber-KTP Sumbar pada Juni 2021 tersebut, yang “main” di produk saham berjumlah 38.040 SID. Angka tersebut naik dibanding Desember 2020 yang masih sebanyak 25.382 SID.
“Jumlah investor produk ekuitas seperti saham naik 12.658 SID atau sekitar 49,9 persen,” paparnya.
Seiring dengan naiknya investor di pasar modal tersebut, Early menyebut transaksi di pasar modal selama tahun berjalan mencapai Rp8,32 triliun. Secara bulanan, transaksi tersebut masih fluktuatif dengan nilai transaksi bulanan tertinggi pada Januari 2021 senilai lebih Rp2,013 triliun.
“Transaksi bulanan fluktuatif dengan total transaksi sebesar Rp8,32 triliun. Tertinggi secara bulanan terjadi pada Januari yang mencapai Rp2,013 triliun lebih dan terendah pada Mei dengan nilai transaksi Rp897,204 miliar,” paparnya.
Early menerangkan, peningkatan investor Sumbar di pasar modal tidak terlepas dari peran semua pihak dalam meningkatkan literasi masyarakat. Dia mengapresiasi minat kaum milenial yang cukup baik untuk ikut berinvestasi di pasar modal.
“Dari penambahan SID, terlihat animo kaum milenial cukup tinggi. Ini suatu yang menggembirakan karena literasi masyarakat terutama generasi muda terkait kepasarmodalan semakin tinggi,” tutupnya. (Febry)






