
PADANG- Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) merilis penetapan zonasi kabupaten dan kota dalam penanganan Covid-19 untuk pekan ke-67, Sabtu (12/6/2021) malam. Berlaku mulai 13 sampai tanggal 19 Juni 2021.
Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Provinsi Sumbar Jasman Rizal mengungkapkan, berdasarkan hasil perhitungan 15 indikator data onset, Kabupaten Padang Pariaman berada di Zona Merah atau zona dengan risiko tinggi penyebaran Covid-19 dengan skor 1,80.
“Satu-satunya daerah yang masuk zona merah di Sumbar pekan ini adalah Kabupaten Padang Pariaman,” kata Jasman.
Sementara itu, 16 Kabupaten/ kota berada di Zona Oranye atau daerah dengan risiko sedang penyebaran Covid-19. Dari skor data onset, ada dua daerah di Zona Oranye yang mendekati zona merah yaitu Kabupaten Agam dengan skor 1,84 dan Pasaman Barat dengan akor 1,99.
Jasman menambahkan, dua daerah berada di Zona Kuning atau daerah dengan risiko rendah penyebaran Covid-19 yaitu Kota Pariaman dan Kabupaten Kepulauan Mentawai.
“Satgas Kota Pariaman patut diapresiasi, karena telah 5 pekan berturut-turut mempertahankan skor terbaik dalam penanganan covid-19. Walaupun pekan ini terjadi penurun skor, namun masih tetap menjadi yang terbaik,” kata Jasman.
Dia berharap, upaya Satgas Kota Pariaman dalam penanganan Covid-19 dapat menjadi motivasi bagi kabupaten dan kota lainnya di Sumbar.
Lebih jauh, Jasman memaparkan kondisi umum Sumbar pada pekan ke-67 ini, Sumbar berada di Zona Oranye dengan skor 1,96. Skor tersebut turun dari pekan sebelumnya yang berada di angka 2,09.
Jasman membeberkan, kecenderungan rasio positivitas (Positivity Rate) Sumbar meningkat. Pekan ini, PR Sumbar 9,86 persen, jauh di atas standar WHO yang hanya 5 persen.
“Patut diwaspadai, PR pada beberapa hari terakhir di pekan ke-66 selalu berada diatas 10 persen, bahkan pernah sampai 34 persen,” ujarnya.
Sementara itu, sampai hari terakhir pekan ke-66 sudah 47.507 orang warga Sumbar positif terinfeksi Covid-19. Bertambah 1.890 orang dari pekan sebelumnya yang masih 45.617 orang. Menurutnya, rerata kasus mingguan sejak Maret lalu sampai saat ini selalu berada di atas angka 1000-an.
Sedangkan tingkat kesembuhan atau recovery rate Sumbar mencapai 90,40 persen. Dari total 47.507 kasus positif, sebanyak 42.948 orang sudah dinyatakan sembuh. Namun, tingkat kesembuhan secara harian cenderung lebih rendah dari penambahan kasus positif baru.
Pekan ke-66, terjadi penambahan kasus meninggal sebanyak 53 orang. Total sudah 1.047 orang meninggal atau 2,26 persen, sedangkan pekan lalu baru 1.021 orang.
Kasus positif aktif pekan ini berjumlah 3.485 orang atau 7,34 persen dari total positif. Bertambah 254 orang dari pekan lalu 3.231 orang.
Dari jumlah kasus aktif tersebut, 646 orang dirawat di berbagai rumah sakit rujukan. Menjalani isolasi mandiri 2.597 orang, sert diisolasi karantina di kabupaten/ kota 242 orang.
Jasman mengingatkan, pekan ke-66 terjadi peningkatan di berbagai daerah di Sumbar. PR harian selalu berada di atas 10 persen. Dia berharap Satgas kabupaten/ kota lebih intensif lagi melakukan berbagai upaya yang dianggap penting dan perlu untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19. Upaya terpenting adalah mendirikan rumah isolasi, peningkatan vaksinasi dan upaya penting lainnya.
Satgas kabupaten/ kota juga diharapkan menggelar razia rutin dan penindakan pelanggaran protokol kesehatan. Baik kepada perseorangan, maupun pelaku usaha dan institusi. Sesuai dengan yang diatur di dalam Peraturan Daerah (Perda) nomor 6 tahun 2020 tentang Adaptasi Kebiasaan Baru.
“Seluruh kabupaten dan kota juga diharapkan dapat melakukan berbagai inovasi, berlandaskan kearifan lokal dalam rangka memutus mata rantai penyebaran Covid-19,” tutupnya. (Febry)






