
PADANG- Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengapresiasi kinerja industri pasar modal di Sumatera Barat (Sumbar), khususnya pada triwulan I tahun 2021. Jumlah Single Investor Identification (SID) mengalami peningkatan signifikan, didominasi oleh SID Reksa Dana dan kedua pasar saham.
Kepala Perwakilan OJK wilayah Sumbar Misran Pasaribu memaparkan kondisi itu dalam pertemuan dengan awak media massa membahas peran sektor jasa keuangan membantu proses pemulihan ekonomi di Padang, Kamis (27/5/2021).
“Pasar modal di Sumbar menunjukkan perkembangan menggembirakan. Ditunjukkan oleh jumlah investor yang meningkat signifikan, terbanyak di reksa dana kemudian saham,” kata Misran.
Menurut Misran, pada posisi Maret 2021, SID Sumbar didominasi oleh investor Reksa Dana yaitu sebanyak 58.406 investor. Kemudian SID saham sebanyak 32. 643 investor.
Lainnya, lanjut Misran, adalah investor Surat Berharga Negara (SBN) baru sebanyak 3.511 investor. Serta investor Efek Beragun Aset (EBA) baru sebanyak 3 investor.
Secara kabupaten/ kota, investor pasar modal Sumbar terbanyak masih di Kota Padang, baik reksa dana, saham maupun SBN. Tercatat, SID reksa dana di Kota Padang mencapai 21.466 investor, saham 13.582 investor dan SBN 2.105 investor.
Misran mengungkapkan, persentase jumlah investor reksa dana Sumbar secara nasional baru sekitar 1,42 persen. Sedangkan investor saham Sumbar baru 1,52 persen dari jumlah investor nasional.
Misran mengungkap lebih spesifik, investor saham Sumbar secara tahunan (year on year/ yoy) meningkat cukup pesat, mencapai 79,23 persen. Pada Maret 2020, jumlah investor saham Sumbar baru mencapai 18.213 investor.
“Pada posisi Maret 2021, jumlah investor saham di Sumbar mencapai 32.643 investor atau naik 79,23 persen (yoy),” paparnya.
Volume transaksi kumulatif mencapai Rp1,34 triliun (94,20 persen yoy). Volume transaksi mencapai 3,434,11 juta saham dengan frekwensi transaksi 375.477 kali.
Menariknya, lanjut Misran, peningkatan jumlah investor pasar modal di Sumbar terutama didorong oleh kalangan milenial. Kondisi itu tentunya sangat menggembirakan, sebagai gambaran dari meningkatnya literasi pasar modal di kalangan generasi muda.
Dalam pertemuan tersebut, Misran Pasaribu juga memaparkan berbagai upaya OJK dalam mendorong pemulihan ekonomi nasional (PEN) di masa pandemi Covid-19. Seperti melahirkan berbagai peraturan terkait relaksasi kredit perbankan dan perusahaan pembiayaan (leasing).
OJK optimistis, melihat perkembangan ekonomi yang cukup baik, didukung oleh regulasi yang sangat membantu masyarakat yang dilahirkan OJK, ekonomi Sumbar dan nasional akan terus menunjukkan peningkatan. (Febry)






