Doni Rahmat: Solsel Masih Butuh Banyak Infrastruktur
  • Home
  • Berita
  • Doni Rahmat: Solsel Masih Butuh Banyak Infrastruktur

Doni Rahmat: Solsel Masih Butuh Banyak Infrastruktur

Image
Pembukaan Musrenbang RKPD Solsel di Kantor Camat Sangir, Rabu (3/2/2021). (Siska)
Pembukaan Musrenbang RKPD Solsel di Kantor Camat Sangir, Rabu (3/2/2021). (Siska)

SOLSEL – Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah Kabupaten (Sekdakab) Solok Selatan (Solsel) Doni Rahmat Samulo mengungkapkan daerah tersebut masih membutuhkan banyak sarana prasarana infrastruktur.

Hal itu diungkapkan Doni saat membuka Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Kabupaten Solsel di Kantor Camat Sangir, Rabu (3/2/2021). Doni menegaskan, Solsel belum memiliki “simbol” sebagai marwah daerah.

“Masih butuh banyak sarana prasarana infrastruktur. Dari sisi bangunan atau gedung, Solsel belum memiliki simbol untuk dijadikan sebagai marwah daerah,” ucapnya.

Kondisi itu, menurut Doni, tidak terlepas dari keterbatasan anggaran. Dia menyebut, salah satunya adalah rumah dinas bupati, wakil bupati dan rumah dinas ketua DPRD.

“Rumah dinas kepala daerah saja belum ada. Padahal, itu merupakan salah satu simbol daerah, marwah daerah” tutur Doni dalam Musrenbang yang juga dihadiri oleh Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Solsel Aprizal Candra tersebut.

Doni menambahkan, termasuk juga rumah dinas sekretaris daerah. Juga belum ada.

“Sekda belum ada rumah dinas, namun begitu melihat perkantoran OPD, lihat kantor Dinas Perhubungan, Dinas Kominfo dan perkantoran lainnya, kondisinya masih membuat miris,” lanjutnya.

Dia berharap, ke depan, seluruh instansi pemerintah daerah harus saling mengingatkan. Saling bersinergi untuk membangun secara bertahap, sebelum menarik kunjungan ke Solok Selatan.

Dia menegaskan, keterbatasan anggaran daerah tidak mesti selalu menjadi alasan. Karena yang perlu dibangun adalah sinergi dengan pemerintah pusat dan pemerintah provinsi.

“Banyak anggaran yang bisa diraih dari pusat. Itu membutuhkan kegigihan mengajukan proposal, bersinergi dengan pemerintah pusat dan provinsi,” ulasnya.

Doni mengungkapkan, Solsel memiliki potensi luar biasa. Potensi itu harus tergarap secara maksimal agar membawa kemajuan dalam pembangunan daerah.

Menurut Doni, prioritas pembangunan Kabupaten Solsel tahun 2021 adalah peningkatan tata kelola pemerintahan, penyediaan infrastruktur berkualitas berbasis kewilayahan, dan dapat bersaing di sentra produksi.

Selain insfrastuktur, juga diprioritaskan peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM). Termasuk juga target pengurangan angka pengangguran dan pengentasan kemiskinan.

“Prioritas tersebut membutuhkan dukungan dan sinergi yang baik dari seluruh pemangku kepentingan, menuntut komitmen bersama untuk memberikan uang terbaik,” lanjutnya.

Doni menyampaikan, tahun 2021, Kemenko Maritim dan Investasi menggelontorkan dana sekitar Rp3 triliun untuk Sumatera Barat. Diantaranya ada Rp800 miliar untuk Solsel yaitu peningkatan jalan tembus Solsel – Dharmasraya. Sementara Rp1 triliun untuk Mentawai dan Rp1,2 triliun untuk Sitinjau Laut.

Rencananya, pekerjaan peningkatan jalan tersebut akan dimulai pada April mendatang. Untuk itu, ia mengingatkan Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) untuk menyiapkan kelengkapan dokumen persyaratan yang dibutuhkan.

“Kalau ada persyaratan yang masih kurang, segera dilengkapi. Sebab, kalau ada yang tidak lengkap bisa saja anggaran tidak direalisasikan sehingga kegiatan tidak bisa dilaksanakan,” sebutnya.

Doni memaparkan, jalan sebagai sarana penghubung sangat vital bagi daerah. Kalau konektivitas lancar, akses ke luar masuk daerah mudah akan memberikan dampak kepada perekonomian masyarakat.

“Orang akan berdatangan ke Solsel, dari Dharmasraya, Jambi, Riau dan sebagainya. Mereka akan membawa uang ke Solsel sehingga ekonomi masyarakat bisa bergerak lebih cepat,” tukuknya.

Doni meminta jangan mengkhawatirkan kesiapan masyarakat. Kalau akses lancar, masyarakat bisa beradaptasi. Dia mencontohkan lokasi wisata Puncak laras dan Puncak BRJ. Bahkan itu berawal dari gagasan sederhana dari masyarakat. “Jadi, ketika sudah ada fasilitas, dengan sendirinya masyarakat akan siap, akan beradaptasi dan memanfaatkan itu sebagai peluang yang berpotensi ekonomi,” tandasnya. (Sis)

Berita Terkait

Leave a Reply