
Ada tiga perusahaan farmasi dari China yang menjalin kerjasama dengan Indonesia. Ketiga perusahaan tersebut adalah Sinovac, Sinofarm dan juga CanSino. Ketiga vaksin yang ditemukan oleh perusahaan tersebut nantinya juga akan diuji klinis di Indonesia. Diharapkan kerjasama ini mampu mendatangkan vaksin virus corona sehingga penyebaran virus ini segera berakhir. Sebelumnya mari mengenal lebih dekat dengan vaksin Sinovac.
Seputar Vaksin Sinovac yang Harus Diketahui
Vaksin Corona buatan Sinovac Biotech Ltd, perusahaan biofarmasi raksasa yang berbasis di China ini telah masuk ke Indonesia dan siap untuk uji klinis fase III. PT Bio Farma yang memperoleh lisensi langsung menargetkan produksi vaksin di dalam negeri pada kuartal I tahun 2021.
Direktur Utama Bio Farma, Honesti Basyir mengatakan bahwa vaksin buatan perusahaan yang berbasis di Beijing ini telah melewati uji klinis fase I dan fase II. Sedangkan uji klinis fase III telah selesai dilakukan di China dan Brazil. Sedangkan di Indonesia fase ini direncanakan selesai pada Desember tahun ini.
Uji klinis fase III yang dilakukan di Indonesia akan melibatkan 1.620 relawan. Uji klinis vaksin Sinovac sendiri telah dimulai pada 11 Agustus 2020. Menurut Rodman Tarigan, Juru Bicara Tim Uji Klinis Vaksin Covid-19 Fakultas Kedokteran Unpad mengatakan bahwa sampai akhir bulan September vaksin telah berhasil disuntikkan ke relawan, dengan rincian penyuntikan pertama (V1) sebanyak 1.089 relawan dan penyuntikan kedua (V2) 650 relawan. Selain itu sebanyak 243 relawan telah diambil sampel darahnya pasca penyuntikan vaksin kedua (V3).

Tahap V3 dilakukan untuk mengetahui imunogenitas atau antibodi yang terbentuk dan keamanan vaksin yang disuntikkan kepada relawan. Selain itu, tahap V3 yang dilakukan juga untuk mengetahui efikasi, yakni kemampuan seseorang yang memperoleh suntikan vaksin untuk terhindar dari virus Corona.
Efek Samping Uji Klinis untuk Tubuh Relawan
Efek samping pada relawan rasakan sejauh ini adalah efek samping umum yang terjadi. Menurut Eddy Fadlaya yang bertugas sebagai Manajer Lapangan Uji Klinis Vaksin Corona FK Unpad, efek samping yang timbul pada relawan berupa nyeri di bekas suntikan dengan tingkat kejadian rendah.
Sedangkan Kusnadi Rusmil, Ketua Tim Riset Uji Klinis Vaksin Corona Unpad mengatakan bahwa Badan Pengawas Obat dan Makanan akan melakukan audit hasil uji klinis fase III ini. BPOM akan melakukan penilaian dan jika memperoleh hasil yang baik atau lolos audit, maka vaksin Sinovac akan segera diproduksi secara massal dan siap beredar di masyarakat.
Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO memberikan syarat 80 persen dari total penduduk Indonesia harus memperoleh vaksin agar muncul kekebalan kelompok atau herd immunity. Dari hitungan ini, dari total penduduk sebanyak 270 juta dan harus memperoleh vaksinasi sebanyak 2 kali maka dosis yang dibutuhkan adalah lebih dari 500 juta. Meskipun sangat banyak, Kusnandi sangat optimis target ini akan tercapai.

Vaksin Sinovac rencananya akan dibeli oleh pemerintah Indonesia melalui 2 kali pengiriman. Pengiriman pertama dari China sebanyak 1,5 juta dosis vaksin pada bulan November dan kedua sebanyak 1,5 juta dosis vaksin pada bulan Desember. Selain membeli langsung dalam bentuk jadi dari China, Honesti juga menyatakan transfer teknologi dari Sinovac ke Bio Farma akan dilakukan pada uji klinis tahap III ini. (*)
(Halodoc menjadi salah satu aplikasi kesehatan yang saat ini memiliki banyak pengguna. Hal ini dikarenakan banyak kemudahan yang dirasakan penggunanya, salah satunya mendapatkan informasi mengenai kesehatan dengan lengkap dan terpercaya. Anda juga bisa mengetahui sejauh mana perkembangan penanganan vaksin untuk virus Corona melalui Halodoc.)







