Peringati Hari Kebebasan Pers  se Dunia SMSI Gelar Webinar
  • Home
  • Berita
  • Peringati Hari Kebebasan Pers  se Dunia SMSI Gelar Webinar

Peringati Hari Kebebasan Pers  se Dunia SMSI Gelar Webinar

JAKARTA – Hari Kebebasan Pers se dunia (World Press Freedom Day/WPFD) setiap tanggal 3 Mei, yang diakui PBB sejak tahun 1993,  sejatinya diperingati setiap tahun. Sebelumnya, banyak kegiatan yang digelar organisasi pers untuk memperingatinya. Namun karena kondisi saat ini tidak memungkinkan untuk melaksanakan aktifitas yang menghimpun orang, maka banyak agenda yang tertunda. Sebagai solusi, agar tak hilang begitu saja, Serikat Media Siber Indonesia (SMSI)  akan menggelar webinar (semnar secara online)

“Kami sudah merencanakan dengan matang peringatan hari kebebasan pers ini karena kami sangat menaruh perhatian dengan kebebasan pers. Tapi harus bagaimana lagi situasi tidak memungkinkan. Namun kami berusaha tetap menggelar kegiatan agar tak kehilangan momen. Kami akan menggelar webinar pada 8 Mei mendatang,” ungkap  Ketua Umum SMSI Firdaus, dalam siaran persnya, yang diterima padangmedia.com Senin  (4/5/2020).

Webinar diprakarsai SMSI yang memayungi lebih 600 anggota media siber seluruh Indonesia ini akan menghadirkan nara sumber, Ketua Dewan Pers Indonesia  M Nuh, dan Dewan Penasehat SMSI Dr, Ir, M Hatta Radjasa, didampingi Firdaus. Kegiatan ini akan diikuti oleh seluruh pengurus SMSI Pusat dan daerah.

Dikatakan Firdaus, sebenarnya dalam Konferensi Kebebasan Pers Dunia (World Press Freedom Conference/WPFD) 2020 yang akan diselenggarakan di Belanda, SMSI juga turut diundang. Tapi SMSI memahami penundaan kegiatan WPFC karena COVID-19.
“Konferensi yang sedianya berlangsung dari 22 hingga 24 April ini di Den Haag, Belanda, lalu ditunda pada 18 – 20 Oktober 2020,” kata Ketua Kontingen SMSI Pusat ke WPFC 2020, Mercys Charles Loho.

Meskipun mengalami penundaan pada bulan Oktober 2020, kata Loho, perwakilan SMSI akan tetap hadir dalam WPFD di Belanda karena ini menjadi momentum perayaan bersama Hari Kebebasan Pers se-Dunia.
Keputusan pendundaan WPFC 2020 yang dipusatkan di Belanda bersama UNESCO itu diambil setelah Kementerian Luar Negeri Belanda berkonsultasi dengan UNESCO.

Konferensi Kebebasan Pers se-Dunia di Belanda menurut rencana akan dihadiri lebih dari 1.000 peserta terdaftar untuk mengikuti 60 sesi yang telah dijadwalkan selama tiga hari. Acara ini memberi kesempatan kepada jurnalis, perwakilan masyarakat sipil, otoritas nasional, akademisi, dan masyarakat luas. Dalam pertemuan itu rencananya akan  membahas tantangan dan permasalahan yang muncul seiring tuntutan kebebasan pers, keselamatan jurnalis serta mengidentifikasi solusi.

“Kegiatan serupa pernah dilakukan di Jakarta tahun 2017. Saat ituIndonesia sukses sebagai tuan rumah Hari Kebebasan Pers se-Dunia,” jelas Loho.  (nit/relis SMSI)

Berita Terkait

Leave a Reply