
PASAMAN – Seorang warga dimakamkan dengan proses pemakaman menggunakan standar prosedur Covid-19 membuat gempar Masyarakat Kampung Lintang, Nagari Durian Tinggi, Kecamatan Lubuk Sikaping, Kabupaten Pasaman.
Pada saat proses pemakaman, petugas dari Rumah Sakit Ahmad Mukhtar (RSAM) Bukittinggi berpakaian lengkap mengenakan baju hazmat sebagai Alat Pelindung Diri (APD) dalam penanganan pasien Covid-19. Jenazah dibawa dalam keadaan terbungkus rapi.
Terkait hal itu, Kepala Kepolisian Sektor (Kapolsek) Lubuk Sikaping AKP Fion Joni Hayes memberikan penjelasan. Jenazah adalah YR (57), perempuan. Merupakan warga Kampung Lintang, tinggal di asrama polisi Polres Bukittinggi.
“Informasi yang diterima dari pihak keluarga, almarhumah bukan mengidap Covid-19, melainkan menderita penyakit penyumbatan pembuluh jantung,” kata AKP Fion kepada padangmedia.com, Kamis (16/4).
Dia menerangkan, Rabu (15/4) sekitar pukul 12.00 wib, almarhumah dibawa pihak keluarga ke Rumah Sakit Madina Bukittinggi karena menderita sesak nafas.
“Sampai di rumah sakit tersebut, almarhumah dan keluarganya langsung dilakukan pengecekan apakah terinfeksi Covid-19 atau tidak. Hasilnya negatif Covid-19,” ungkapnya.
Setelah itu, lanjutnya, dilakukan pemeriksaan penyakit lainnya oleh pihak rumah sakit. Dari diagnosis rumah sakit, pasien mengidap penyakit penyumbatan pembuluh jantung. Karena RS Madina tidak memiliki peralatan lengkap, sekitar pukul 15.00 Wib almarhumah dibawa ke RSAM.
“Sampai di RSAM diperiksa kembali, termasuk keluarga yang mengantarkan. Hasilnya tetap negatif Covid-19,” ujarnya.
Namun, lanjutnya, pada sekitar pukul 18.00 Wib, almarhumah meninggal dunia. Atas kesepakatan pihak keluarga, almarhumah dimakamkan di kampung halamannya yaitu di Kampung Lintang,” terangnya.
Dia meminta masyarakat tidak panik atas kejadian tersebut. Masyarakat juga jangan percaya begitu saja informasi yang belum jelas kebenarannya.
“Jadi, almarhumah meninggal bukan karena terinfeksi Covid-19. Kami minta kepada masyarakat jangan panik dan selalu menjaga kesehatan,” tutupnya.
Reporter : Riki
Editor : Febry






