Pemuda dan Wali Jorong Razia Tambang Ilegal Di Batang Nabuan Abai Siat
  • Home
  • Berita
  • Pemuda dan Wali Jorong Razia Tambang Ilegal Di Batang Nabuan Abai Siat

Pemuda dan Wali Jorong Razia Tambang Ilegal Di Batang Nabuan Abai Siat

DHARMASRAYA – Pemuda Nagari Abai Siat Kecamatan Koto Besar Dharmasraya melakukan razia tambang emas liar (ilegal),  Minggu (15/12/2019).   Lebih kurang 50 orang pemuda Nagari dan delapan kepala jorong hadir dalam kegiatan ini,. Mereka melakukan razia di sisi sungai Batang Nabuan yang terletak tidak jauh dari PT. Selago Makmur Plantation (SMP) – POM Nagari Bonjol Kecamatan Koto Besar.

Setelah bergerak beberapa saat, tidak ada ditemukan kegiatan tambang. Namun, dari informasi warga,  biasanya  terdengar suara mesin di sekitar sungai. Atas kesepakatan pemuda dan kepala jorong, mereka sepakat untuk memeriksa/menggeledah pondok-pondok yang ada di kawasan itu.  Ditemukan satu unit mesin tambang.

“Sepertinya mereka sudah mengetahui akan ada razia. Jadi  tiap selesai menambang mereka langsung menyembunyikan mesin mereka. Dengan kesepakatan bersama kami menggeledah setiap pondok yang ada disini dan Alhamdulillah kami menemukan satu unit mesin tambang,” ungkap Iwan, kepala jorong Padang Bungur Timur.

Saat mengeksekusi mesin itu, seorang ibu tua berusaha menahan agar mesin tidak diangkut oleh pemuda. Dia menangis dan mencoba terus mempertahankan mesin itu. Namun pemuda tetap membawanya sebagai barang bukti ke Kenagarian. Dari pengakuan si Ibu, mesin itu milik seseorang yang berinisial “JM.”
“Jangan dibawa mas, ini bukan milik saya, saya cuma bekerja disini. Tolong mas, saya bisa dipecat kalau mesin ini mas bawa.” ujarnya memohon. Tapi mesin itu tetap diangkut sebagai barang bukti.

Ditambahkan Iwan, meski tidak ditemukan aktifitas tambang, namun diyakini di kawasan itu terdapat tambang ilegal. Mereka berani melakukan kegiatan karena diduga ada oknum yang membeking.
“Menurut informasi dari orang-orang sekitar sini, ada oknum yang bermain. Tapi kita tak bisa menuduh langsung karena tidak aa bukti,” ujar Iwan.

Sebenarnya kegiatan razia ini sudah empat kali dilakukan oleh pemuda nagari. Sebelumnya, sebut Iwan, sudah ada yang tertangkap. Mesinnya dibakar dan pekerja ditahan.  Kasus ini tidak berlanjut ke ranah hukum lantaran pihak pekerja dan kenagarian berdamai dengan membuat surat perjanjian. Namun mereka masih terus melanggar.

“Ke depan jika masih ada tambang liar disini, Nagari dan Pemuda sepakat untuk tidak memberikan ampun kepada pekerja dan pemilik mesin tambang. Kami akan serahkan langsung ke pihak berwajib agar mereka mendapatkan hukuman setimpal. Sungai Nabuan ini satu-satunya sungai yang masih jernih di daerah ini dan alirannya pun masih dipakai oleh warga untuk mandi. Oleh karena kami bersama-sama akan terus menjaga kejernihan sungai ini.” ulas Iwan. (Gul)

Berita Terkait

Leave a Reply