OJK: Literasi dan Inklusi Keuangan Lampaui Target
  • Home
  • Berita
  • OJK: Literasi dan Inklusi Keuangan Lampaui Target

OJK: Literasi dan Inklusi Keuangan Lampaui Target

BUKITTINGGI – Melalui berbagai upaya yang dilakukan oleh Tim Peningkatan Akses Keuangan (TPKAD), tingkat literasi dan inklusi keuangan masyarakat meningkat drastis. Sehingga target yang dipatok pada angka 75 persen inklusi dan literasi pada angka 35 persen terlampaui.

Kepala Kantor Perwakilan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Sumatera Barat Darwisman mengungkapkan hal itu kepada wartawan dalam kegiatan media gathering di Bukittinggi, Kamis (5/12/2019). Menurutnya, berdasarkan survei, pada 2016 literasi keuangan nasional baru berada pada level 29,7 persen.

“Survei Literasi Keuangan Indonesia (SLKI), tahun 2016 literasi baru pada angka 29,7 persen dan inklusi 67,8 persen,” kata Darwisman.

Dia menerangkan, berbagai upaya dalam memacu inklusi dan literasi keuangan masyarakat terus dilakukan. Sehingga, pada tahun 2019 inklusi keuangan secara nasional mencapai 76 persen lebih atau di atas target 75 persen.

Melihat masih rendahnya inklusi keuangan tersebut, Presiden Joko Widodo mengeluarkan Peraturan Presiden (Perpres) nomor 82 tahun 2016 tentang Strategi Nasional Keuangan Inklusi (SNKI). Menindaklanjuti hal tersebut, menurut Darwisman, melandasi terbentuknya Tim Perluasan Akses Keuangan di Daerah (TPAKD).

” Tim ini memliki kerangka kerja antara yang fokus bertujuan kepada perluasan akses keuangan dan penguatan infrastruktur akses keuangan,” sebutnya.

Perluasan akses dilakukan antara lain melalui program Kredit Usaha Rakyat (KUR). Kemudian juga menyasar anak sekolah melalui Simpanan Pelajar (Simpel).

“Juga ada program Laku Pandai, pembentukan Bank Wakaf Mikro (BWM) dan sebagainya. Program tersebut berjalan efektif sehingga mampu memacu peningkatan inklusi keuangan seperti yang diharapkan,” lanjutnya.

TPAKD, kata Darwisman, melakukan upaya – upaya konstruktif dengan tujuan meningkatkan akses pembiayaan. Sekaligus meningkatkan pemahaman industri jasa keuangan kepada sektor pangan dan pertanian.

Dia menyebut, OJK menggagas program Akselerasi, Sinergi, Inklusi (AKSI)  PANGAN dan program JARING. Dua program ini menyasar petani dan nelayan.

“Ini merupakan program kerja TPAKD dalam mendorong akselerasi pembiayaan untuk meningkatkan produksi komoditi unggulan di bidang tanaman pangan, hortikultura, perkebunan, peternakan dan perikanan,” tandasnya.

Media gathering OJK Perwakilan Sumatera Barat melibatkan sekitar 30 orang wartawan ekonomi dari berbagai media massa. Darwisman  mengapresiasi peran aktif media massa ikut mendukung program peningkatan inklusi dan literasi keuangan. Media massa telah ikut meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap industri jasa keuangan sehingga mendorong peningkatan inklusi dan literasi keuangan. (fdc)

Berita Terkait

Leave a Reply