
PADANG – Selama pelaksanaan Bulan Inklusi Keuangan 2019, perbankan di Sumatera Barat mencatatkan sedikitnya 30 ribu rekening baru. Bulan Inklusi Keuangan merupakan upaya untuk mendongkrak akses masyarakat kepada lembaga perbankan dan industri jasa keuangan lainnya.
Kepala Perwakilan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Sumatera Barat Darwisman menyampaikan hal itu pada peringatan pucak Bulan Inklusi Keuangan 2019 di GOR Agus Salim, Minggu (27/10/2019). Menurutnya, kegiatan itu adalah dalam rangka mencapai target inklusi keuangan nasional 75 persen pada tahun 2019 ini.
“Selama pelaksanaan Bulan Inklusi Keuangan 2019, sementara ini sudah tercatat sebanyak 30 ribu lebih pembukaan rekening baru di seluruh perbankan yang beroperasi di Sumatera Barat. Data ini bersifat sementara karena masih di-update hingga tanggal 31 Oktober 2019 mendatang,” kata Darwisman.
Dia menambahkan, kegiatan Bulan Inklusi Keuangan merupakan upaya OJK sejak tahun 2016 untuk menggenjot inklusi keuangan masyarakat. Tahun 2016, inklusi keuangan baru mencapai 67.82 persen.
“Dalam upaya itu, OJK menggandeng seluruh industri jasa keuangan untuk terus menggencarkan edukasi kepada masyarakat sehingga target inklusi keuangan 75 persen tahun ini bisa tercapai,” ujarnya.
Dia melihat, event Bulan Inklusi Keuangan tahun ini cukup efketif meningkatkan akses masyarakat kepada industri jasa keuangan. Capaian 30 ribu pembukaan rekening baru tersebut dirasakan cukup menggembirakan.
“Artinya, pemahaman masyarakat kepada industri jasa keuangan semakin membaik. Baik itu kepada perbankan, lembaga pembiayaan dan penjaminan, pasar modal, pegadaian dan sebagainya,” lanjutnya.
Dia juga mendorong agar industri jasa keuangan untuk terus memperluas jangkauan dan jaringan ke seluruh pelosok. Diakui, masih ada masyarakat yang belum terjangkau akses layanan karena berbagai kendala. Seperti ketersediaan jaringan internet dan kesulitan akses transportasi.
“Untuk mengatasi persoalan ini, kami mencoba untuk melakukan komunikasi dengan pihak terkait seperti Dinas Komunikasi dan Informasi, provider penyedia jaringan dan pihak lainnya agar bisa menyediakan jaringan untuk mengatasi kendala yang dihadapi,” ulasnya yang saat itu juga didampingi beberapa pejabat perbankan yang beroperasi di Sumatera Barat.

Persoalan ketersediaan jaringan itu, lanjutnya, menjadi kendala bagi industri jasa keuangan terutama perbankan untuk memperluas jangkauan. Dia mencontohkan, Bank Rakyat Indonesia (BRI) masih belum bisa menjangkau sebanyak 72 lokasi di Sumatera Barat karena kendala tersebut. Begitu juga Bank Nagari, dan bank lainnya, juga menghadapi masalah yang sama.
Puncak Bulan Inklusi Keuangan 2019 di GOR Agus Salim diisi dengan berbagai kegiatan. Kegiatan ini juga melibatkan pelajar dari beberapa sekolah di Kota Padang. Diharapkan, keterlibatan pelajar dalam kegiatan itu dapat menjadi daya tarik bagi generasi milenial dalam mengakses industri jasa keuangan. (fdc)






