Musim Liburan Objek Wisata Agam Diperkirakan Ramai
  • Home
  • Agam
  • Musim Liburan Objek Wisata Agam Diperkirakan Ramai

Musim Liburan Objek Wisata Agam Diperkirakan Ramai

AGAM – Kunjungan wisatawan ke objek wisata di Kabupaten Agam, pada libur natal dan tahun baru, diperkirakan cukup ramai. Untuk itu, diharapkan kehati-hatian ketika berkendaraan di jalan raya, apalagi di kawasan Kelok-Kelok dengan kesulitan medan cukup tinggi.

 Menurut Kabag Humas Setda Agam, Syatria, S.Sos, M.Si, objek favorit kawula muda adalah Puncak Lawang, Puncak Lawang Tigo Balai, Ambun Tanai (Kecamatan Matur), Taman Muko-Muko (Tanjung Raya), Pantai Bandar Mutiara,dan Pasir TPI Tiku (Kecamatan Tanjung Mutiara), serta beberapa objek wisata air terjun *burai-burai) di Kecamatan Malalak.

Objek dimaksud selalu ramai setiap hari libur, terutama pada libur hari raya,termasuk natal dan tahun baru,” ujarnya kepada Padangmedia.com, Kamis (24/12).

Sedangkan objek wisata keluarga yang paling ramai antara lain, Puncak Lawang, Sungai Janiah, Taman Muko-Muko, dan Pantai Bandar Mutiara.

“Museum Rumah Kelahiran Buya Hamka,di Sungai batang,Kecamatan Tanjung Raya, banyak dikunjungi wisatawan dari Negeri Jiran, Malaysia, dan Singapura,” ujarnya.

Jalan raya Simpang Gudang-Bukittinggi, menjelang liburan, padat kendaraan. Menjelang Maninjau dan Kelok-Kelok, biasanya jalan semakin padat dengan berbagai jenis kendaraan. Sepeda motor, yang dikendarai kawula muda mendominasi kepadatan. Terkadang mereka memenuhi badan jalan, dengan konvoi puluhan sepeda motor.

“Dalam kondisi demikian,sangat diharapkan kehati-hatian pengendara mobil, agar jangan sampai terjadi kecelakaan,” ujarnya berharap.

Objek wisata di Kabupaten Agam, di samping dijaga petugas keamanan, seperti Satpol PP dan kepolisian, pemuda setempat juga ikut mengawasinya. Mereka akan bertindak,bila ada pengunjung yang melakukan perbuatan kurang terpuji. Makanya Syatria mengingatkan, agar para pengunjung tetap menjaga sopan santun,sesuai ajaran adat dan agama, serta peraturan yang berlaku.

Kearifan lokal, yang telah berurat-berakar di tengah masyarakat sekitar objek wisata juga harus dihormati. Bila tidak, menurutnya pula, akan terjadi miss komunikasi dengan warga, terutama para pemudanya.

Khusus pada malam natal, dan malampergantian tahun, semua objek wisata di Kabupaten Agam ditutup untuk umum. (fajar)

Berita Terkait

Leave a Reply