
PADANG – PT Hino Motor Sales Indonesia (HMSI) merekomendasikan bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertamina Dex sebagai bahan bakar standar factory filling. Produk BBM unggulan Pertamina untuk mesin diesel ini diyakini meningkatkan performa mesin, hemat dan tentunya ramah lingkungan.
HMSI baru saja menjajal fitur baru Retarder Transmission di jajaran produk bis tipe RN 285, R260 dan 110 SDBL. Fitur ini membantu proses pengereman menjadi lebih aman dan nyaman baik penumpang maupun pengemudi. Ke tiga bis Hino digeber dalam ajang road test melewati jalur Medan ke Sibolangit menggunakan Pertamina Dex.
Manager Customer & Technical Service PT HSMI, Remigius Choerniadi Tomi mengungkapkan, pengaruh Dex terhadap performa mesin bis Hino. Pertamina Dex membuat mesin bis jadi lebih bertenaga, namun dengan penggunaan yang efisien.
“Cocok buat pengguna kendaraan diesel yang menginginkan pengalaman berkendara dengan performa maksimal dan powerfull namun dengan penggunaan bahan bakar yang hemat,” ungkap Remigius, Selasa (17/9/2019).
Pertamina Dex adalah bahan bakar diesel unggulan Pertamina yang sudah memenuhi standar Euro 3. Produk ini punya cetane number (CN) tertinggi sebesar 53. Alhasil pembakaran yang terjadi pun lebih sempurna dan efisien.
Senada dengan Remigius, Deputy General Manager Product Planning HMSI, Prasetyo Adi Yudho, mengungkapkan Hino menetapkan Pertamina Dex sebagai bahan bakar standard factory filling. Factory filling adalah pengisian bahan bakar untuk kendaraan sebelum disampaikan kepada konsumen.
“Selama ini, Hino terus mengedukasi pelanggannya agar menggunakan Pertamina Dex. Karena bahan bakar yang ramah lingkungan dengan emisi gas buang yang lebih bersih. Serta membuat performa Hino menjadi lebih bagus di lapangan,” ujar Prasetyo.
Sementara itu, Unit Manager Comm, Rel & CSR Pertamina Marketing Operation Region (MOR) I menyampaikan apresiasi kepada PT HMSI yang terus berkomitmen menggunakan Pertamina Dex.
“Kami berterima kasih sekaligus bangga, bahwa pabrikan sekelas Hino menggunakan Pertamina Dex sebagai standard factory filling,” tutur Roby.
Animo konsumen atas Pertamina Dex, tambah Roby, cukup positif. Hingga Agustus 2019, rata-rata konsumsi Dex di wilayah MOR I per bulannya mencapai hampir 500 ribu liter. (*/fdc)






