
PADANG – Partai Persatuan Pembangunan (PPP) memberi sinyal peluang berkoalisi dengan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) di Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kabupaten Tanahdatar 2020 mendatang. PKB rencananya akan mengusung Ketua DPW Febby Datuak Bangso dalam kompetisi kepala daerah di Luhak Nan Tuo tersebut.
Sinyal itu diisyaratkan oleh Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PPP Sumatera Barat Hariadi, sesaat setelah pertemuannya dengan Febby di kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sumatera Barat, Selasa (30/7/2019).
“PPP membuka diri untuk berkoalisi dengan PKB dalam Pilkada Tanahdatar,” ungkap Hariadi.
Dia menyebutkan, meski baru ancang-ancang, namun koalisi itu bisa saja terwujud jika PKB dan PPP memiliki komitmen yang sama dalam Pilkada Tanahdatar pada 2020 mendatang. Koalisi dua partai tersebut juga memungkinkan mengingat PKB memiliki tiga kursi di DPRD Kabupaten Tanahdatar dan PPP memiliki empat kursi.
Ketua DPW PKB Sumatera Barat Febby Datuak Bangso menyebutkan, dengan jumlah tujuh kursi, koalisi PKB dan PPP bisa mengusung satu pasangan calon. Sesuai persyaratan parpol atau gabungan parpol pengusung pasangan calon, syarat jumlah kursi tersebut sudah terpenuhi.
“Syarat minimal sudah terpenuhi kalau PKB dan PPP berkoalisi di Pilkada Tanahdatar,” katanya.
Lebih jauh menurut Febby, peluang koalisi PKB dan PPP juga akan semakin menguat mengingat kemungkinan dua parpol ini akan bergabung menjadi satu fraksi di Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Sumatera Barat nantinya. Dia menyebut, PKB berhasil meraih tiga kursi sementara PPP meraih empat kursi di DPRD Provinsi.
“Bergabung dalam satu fraksi juga akan semakin menguatkan untuk mendudukkan koalisi PKB dan PPP nantinya,” ujarnya.
Meski demikian, baik Hariadi maupun Febby mengungkapkan, tidak menutup kemungkinan jika ada parpol lain yang ingin bergabung dalam koalisi. Sejauh ini, Febby belum menyebut siapa bakal calon wakil bupati yang akan mendampinginya dalam Pilkada tersebut. Bisa saja berasal dari partai koalisi, bisa juga dari kalangan profesional atau bahkan dari birokrasi.
“Intinya, kita masih membuka diri kepada siapapun untuk berpasangan baik dari kalangan politisi, profesional maupun dari birokrasi. Selama memiliki komitmen yang sama dalam memajukan Kabupaten Tanahdatar klau terpilih,” tutupnya. (fdc)






