Komoditi Potensial, Pertamina Dukung Petani Kembangkan Serai Wangi
  • Home
  • Berita
  • Komoditi Potensial, Pertamina Dukung Petani Kembangkan Serai Wangi

Komoditi Potensial, Pertamina Dukung Petani Kembangkan Serai Wangi

PADANG – PT Pertamina MOR I Medan menyalurkan modal bergulir melalui Program Kemitraan (PK) untuk mendukung pengembangan kelapa sawit dan serai wangi di Sumatera Barat. Peluang komoditi minyak serai masih tinggi mengingat kebutuhan dunia mencapai 2.500 ton baru terpenuhi sekitar 50 sampai 60 persen.

Unit Manager Communication & CSR MOR I Roby Hervindo mengungkapkan, hingga kini, sawit masih menjadi jawara sektor pertanian di Sumbar. Padahal ada komoditas pertanian lain yang potensial jadi primadona yaitu serai wangi atau Citronella Oil yang bisa jadi pundi baru petani.

“Mendukung petani serai wangi dan sawit di Sumbar, tahun ini Pertamina MOR I menyalurkan modal bergulir melalui Program Kemitraan senilai Rp1,51 miliar,” kata Roby, Kamis (18/7/2019).

Dia menyebutkan, data kebutuhan serai wangi dunia itu menyitir data PTPN IX. Indonesia baru mensuplai kebutuhan serai wangi dunia sekitar 200 sampai 250 ton per tahun.

Mengungkap data Bank Indonesia wilayah Sumatera Barat, Roby membeberkan, pertanian sebagai salah satu sektor usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) yang potensial dikembangkan. Dalam kajian ekonomi regional Sumbar triwulan I 2019, BI menyajikan sumbangsih produk domestik regional bruto (PDRB) sektor ini mencapai 9,163 miliar rupiah, tertinggi dibanding sektor usaha lain.

Akad Program Kemitraan tersebut dilaksanakan Rabu (17/7). Penyaluran dana PK diperuntukkan bagi petani di Kabupaten Pasaman Barat, Pasaman, Payakumbuh dan Kabupaten Pesisir Selatan.

Camat Silaut Kabupaten Pesisir Selatan, Syamwil mengapresiasi bantuan melalui PK PT Pertamina tersebut. Dia berharap bantuan itu dapat membantu petani yang akan membuka sebagian lahan untuk membudidayakan serai wangi.

“Prakiraan produksi sawit di triwulan III ini akan menurun, diharapkan bantuan ini dapat membantu petani untuk membuka sebagian lahan membudidayakan serai wangi,” kata Syamwil.

Memanfaatkan momen penandatanganan akad program kemitraan itu, PT Pertamina menggandeng mitra binaan Rumah Harum Atsiri memberi wawasan kepada petani yang selama ini hanya menanam sawit. Serai wangi memiliki nilai jual tinggi dengan harga stabil cenderung stabil.

Terkait Program Kemitraan, Roby menjelaskan, tahun ini menargetkan penyaluran dana di seluruh wilayah MOR I sebesar Rp16 miliar. Sementara untuk Sumatera Barat, dari Januari hinggi Juli 2019 sudah tersalurkan sekitar Rp2 miliar.

PK Pertamina memberi akses permodalan bagi UMKM dengan bunga administrasi sangat ringan, hanya tiga persen. Plafon pinjaman mencapai maksimal Rp200 juta, dengan waktu pengembalian hingga 36 bulan. Prosedurnya mudah, cukup melengkapi formulir yang disediakan Pertamina.

Selain akses permodalan, Pertamina juga mengembangkan UMKM binaannya melalui berbagai pelatihan. Dukungan pengembangan usaha UMKM pun dilaksanakan melalui beragan kegiatan promosi. Seperti mengikutkan mitra binaan dalam pameran skala lokal, nasional maupun internasional.

“Kami membuka lebar akses permodalan PK kepada lebih banyak pengusaha UMKM. Semoga dapat dimanfaatkan optimal oleh pelaku UMKM di Sumbar,” tutup Roby. (fdc/*)

Berita Terkait

Leave a Reply