Harga Sawit Anjlok Masyarakat Petani Pasaman Barat Datangi Dinas Perkebunan
  • Home
  • Berita
  • Harga Sawit Anjlok Masyarakat Petani Pasaman Barat Datangi Dinas Perkebunan

Harga Sawit Anjlok Masyarakat Petani Pasaman Barat Datangi Dinas Perkebunan

PASAMAN BARAT – Harga  tandan buah segar (TBS) kelapa sawit di Pasaman Barat anjlok. Hal ini sangat berdampak kepada perekonomian masyarakat, karena sebagian besar masyarakat Pasaman Barat merupakan petani kelapa Sawit.

Menyikapi hal itu, puluhan massa yang mengatas namakan Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Kabupaten Pasaman Barat bersama Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Peduli Lingkungan Bumi Andalas (Pelindas) menyampaikan aspirasi masyarakat di depan Kantor Dinas Perkebunan Pasaman Barat, Rabu (26/6/19).

“Kami minta Dinas Perkebunan Pasaman Barat mencari solusi demi kesejahteraan petani sawit swadaya mengingat harga TBS saat ini hanya Rp.600 per Kg nya,” seru Hamidan  koordinator Aksi.

Tidak hanya itu, sedikitnya delapan poin tuntutan masyarakat terkait harga TBS diserukan massa dalam aksi tersebut.

Pantauan padangmedia.com orasi berlangsung damai dan aman,  Mereka disambut oleh Sekretaris Dinas Perkebunan Pasaman Barat berhubung Kepala Dinas tidak berada ditempat.  Koordinator aksi  menyampaikan beberapa keluhan dan tuntutan masyarakat Pasaman Barat.

Ketua Umum HMI Cabang Pasaman Barat, Faisal Tanjung di lokasi orasi saat ditemui  padangmedia.com menyampaikan beberapa tuntutan terkait anjloknya harga TBS di Pasbar.

“Kami meminta Kepala Dinas Perkebunan Pasaman Barat agar menetapkan harga jual terendah TBS kelapa Sawit bisa diangkat . Kami juga meminta  DPRD Pasbar agar memanggil seluruh pimpinan perusahaan Kelapa Sawit terkait harga TBS tersebut, Selain itu, kita juga mendesak Bupati Pasaman Barat membuat Peraturan Bupati (Perbub) terkait harga TBS dengan memanggil dinas Koperindag dan Dinas Perkebunan menyangkut harga TBS ini, ” papar Faisal.

Di samping itu Ketua Umum Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Peduli Lingkungan Bumi Andalas (Pelindas), Bisri Batubara menyampaikan, selaku perwakilan petani swadaya mendesak pihak terkait untuk menyikapi tuntutan masyarakat.

Disamping itu,  dia juga mengusulkan agar di Pasaman Barat didirikan perusahaan industri hilir, seperti minyak goreng, dan lain-lain.

Sementara itu, Sekretaris Dinas Perkebunan Pasaman Barat, Halman menyampaikan bahwa belum bisa menjawab  tuntutan masyarakat Pasaman Barat terhadap anjloknya harga TBS.

“Semua tuntutan dan harapan masyarakat Pasaman Barat yang disampaikan dalam orasi ini sudah saya catat, ini akan saya sampaikan kepada Kepala Dinas, karena dialah yang bisa mengambil keputusan,” katanya. (Ucok )

Berita Terkait

Leave a Reply