Program 'Agam Menyemai' Pemkab Agam Kini Telah Menuai Hasil
  • Home
  • Agam
  • Program ‘Agam Menyemai’ Pemkab Agam Kini Telah Menuai Hasil

Program ‘Agam Menyemai’ Pemkab Agam Kini Telah Menuai Hasil

Seorang ibu sedang berada di ladang cabe miliknya. (fajar)

PADANGMEDIA.COM – Jangan biarkan sejengkal tanah menganggur tak ditanami dan tak menghasilkan. Begitu filosofi program ‘Agam Menyemai’ yang dicanangkan sejak awal Bupati Agam H. Indra Catri Dt. Malako Nan Putiah memimpin Kabupaten Agam. Program itu telah dilaksanakan dalam jangka waktu yang cukup lama, dari awal kepemimpinan Indra Catri menjadi Bupati Agam hingga periode kedua saat ini. Hasilnya, Agam menjadi daerah yang asri dan lestari.

Lewat program Agam Menyemai, masyarakat didorong untuk memanfaatkan pekarangan rumah dengan menanam tanaman sayur dan bumbu dapur ataupun tanaman buah-buahan. Bisa juga dimanfaatkan untuk membuat kolam yang hasilnya dapat dikonsumsi keluarga dan kerabat dekat atau malah bisa dijual sehingga menghasilkan uang.

Saat ini, Agam Menyemai pun telah mulai menuai hasil. Tak hanya memberi keuntungan bagi masyarakat sendiri, program Agam Menyemai juga telah mendapat pengakuan dari pemerintah pusat. Yakni, dengan mengganjar penghargaan berupa ‘Innovative Government Award’ kepada Pemkab Agam. Selain itu, Bupati Agam Indra Catri mendapatkan apresiasi langsung dari Kementerian Pertanian dalam hal Ketahanan Pangan pada kegiatan sidang Regional Dewan Ketahanan Pangan Nasional di Surabaya, 16 Mei 2016 lalu.

Keuntungan nyatanya, sejak program itu dicanangkan, kaum ibu di wilayah Agam yang dulunya banyak membeli bumbu dapur di pasar, kini telah memanfaatkan pekarangan untuk menanam tananam bumbu masak. Dengan begitu, banyak pengeluaran yang bisa ditekan warga Agam bila mereka mau. Terutama pengeluaran untuk pembeli bumbu dapur, sayur, ikan, buah-buahan dan bahan yang bisa mereka produksi sendiri.

“Artinya, mereka semakin kurang membeli. Kalau diiringi dengan banyak menjual, diyakini keluarga mereka akan lebih sejahtera,” kata Bupati Agam, Indra Catri saat berbincang-bincang dengan padangmedia.com belum lama ini.

Dikatakan Bupati, untuk mencapai kehidupan yang serba mencukupi, warga Agam harus lebih banyak menjual daripada membeli. Agar bisa menjual lebih banyak, warga mesti punya produk. Seperti halnya perajin, mereka harus bisa meningkatkan hasil kerajinan mereka agar mampu menjawab permintaan dan tantangan pasar. Begitu juga petani, harus bisa memanfaatkan lahan yang mereka miliki.

“Di kebun, tanamlah tanaman untuk konsumsi pasar. Pilihlah tanaman yang hasilnya bernilai jual tinggi. Tanaman bernilai jual tinggi, pasti tanaman yang berkualitas bagus,” kata Bupati mengingatkan.

Baca juga: (https://padangmedia.com/program-agam-menyemai-banyak-membawa-perubahan-bagi-masyarakat/)

(https://padangmedia.com/program-agam-menyemai-mendapat-pengakuan-dari-pusat/)

Indra Catri mendambakan warga Agam menjadi keluarga yang memiliki simpanan uang. Hal itu terwujud bila pendapatan warga lebih besar dari pengeluaran. Penghasilan akan lebih besar dari pengeluaran bila warga memiliki usaha produktif. Usaha dimaksud bisa saja dalam bentuk kerajinan, hasil pertanian, peternakan ataupun perkebunan.

“Untuk itu, perlu peningkatan produksi sekaligus peningkatan kualitas produksi. Walau produksi melimpah, kalau kualitasnya rendah, hasilnya juga sedikit. Tetapi, bila produksi tinggi dan kualitasnya juga tinggi, pasti nilai jualnya juga tinggi,” pungkasnya.

Empat Poin Program Agam Menyemai

Ada empat poin penting yang ingin dicapai melalui program Agam Menyemai. Yakni, ketahanan, kecerdasan, kesolehan dan peradaban. Keempatnya dicapai melalui metoda sosialisasi, pendampingan dan revitalisasi. Program itu melibatkan pihak pemerintahan, tokoh masyarakat, tokoh agama dan masyarakat.

Ketahanan, dimaksudkan ketahanan warga di segala bidang, seperti sandang, pangan, papan, secara berkelanjutan. Dalam artian, warga Agam berkecukupan di bidang sandang, pangan dan perumahan yang sehat.

“Kita menginginkan produksi warga melimpah, sehingga terjadi surplus di segala bidang. Produksi melimpah juga mesti diiringi dengan kualitas produk. Produk berkualitas pasti memiliki nilai jual yang tinggi di pasasran,” kata Bupati Agam H. Indra Catri.

Kecerdasan bisa diraih bila ketahanan warga sudah tercipta. Karena, kecerdasan erat kaitannya dengan gizi makanan berimbang.

Sedangkan kesolehan menciptakan warga produktif dan bersyukur. Mereka yang bersyukur adalah mereka yang mengamalkan ajaran agama dengan baik dan benar. Warga yang soleh memiliki kesadaran sosial yang tinggi. Bila itu tercipta, dipastikan Agam akan menjadi sebuah daerah yang damai, tenteram, dan agamais.

Poin terakhir adalah peradaban. Bila ketahanan, kecerdasan, dan kesolehan sudah dimiliki warga Agam, diharapkan mereka akan menjadi warga yang memiliki peradaban terpuji. Hal itu juga akan terlihat dari budaya sehat dan bersih. (fajar/adv)

Berita Terkait

Leave a Reply