Gagal Lolos ke DPRD Sumbar, Maidestal Mengaku akan Tetap Berjuang di Jalur Lain
  • Home
  • Berita
  • Gagal Lolos ke DPRD Sumbar, Maidestal Mengaku akan Tetap Berjuang di Jalur Lain

Gagal Lolos ke DPRD Sumbar, Maidestal Mengaku akan Tetap Berjuang di Jalur Lain

Anggota DPRD Padang, H.Maidestal Hari Mahesa. (ist)

PADANGMEDIA.COM – Anggota DPRD Kota Padang tiga periode Maidestal Hari Mahesa gagal menuju kursi DPRD Sumatera Barat pada Pemilu 2019. Dilihat dari hasil penghitungan suara di 11 kecamatan se Kota Padang, total perolehan suara untuk menuju DPRD Provinsi Sumbar Dapil Kota Padang belum bisa mengantarkannya ke gedung DPRD Sumbar.

Meski demikian, Maidestal dalam pernyataannya, Kamis (9/5/2019) pagi mengaku akan tetap berusaha terus berbuat untuk masyarakat dalam hal apapun dan di bidang apapun yang bisa dilakukan. Ia juga menyatakan berusaha untuk tetap berbuat dan berjuang untuk hal yang terbaik bagi masyarakat, tentunya dengan jalur lain. Terutama saat ini ia masih diamanahkan sebagai Ketua DPC PPP Kota Padang dan beberapa organisasi sosial kemasyarakatan tingkat kota maupun provinsi.

“Insya Allah ruang tersebut bisa dijadikan untuk berbuat hal yang terbaik dan memperjuangkan apa yang diinginkan masyarakat di jalur yang berbeda,” ujarnya.

Ia juga menyatakan terima kasih pada masyarakat terutama pendukung atas bantuan baik moril maupun materil selama proses pemilu 2019. “Kita telah bersama berjuang dengan maksimal. Tapi, Allah belum mengizinkan dan memberikan inilah yang terbaik untuk berjuang di luar lembaga legislatif,” tambahnya.

Yang menjadi catatan dan evaluasi bagi Maidestal selama pelaksanaan pemilu 2019 yang ia sebut luar biasa itu adalah banyaknya isu, fitnah, kebencian dan hasutan opini yang dibangun sangat luar biasa antara partai dan simpatisan pendukung Prabowo – Sandi dengan partai pendukung Jokowi – Ma’ruf. Selain itu, kasus ketua umum PPP yang tersandung kasus OTT suap juga diakui mempengaruhi perolehan suara partai dan caleg PPP.

Di samping dua hal itu, politisi yang biasa dikenal vokal di DPRD Padang itu mengaku banyak serangan fajar pada periode Pemilu 2019 ini yang dilakukan oleh caleg, baik berupa uang tunai Rp50.000 hingga Rp200.000 maupun dalam bentuk sembako dan lainnya. Serangan fajar dilakukan menjelang pencoblosan dan minggu tenang maupun pasca pemilu.

“Walaupun tidak mau berprasangka ada kecurangan, tapi inilah kenyataan. Money politik dari banyak caleg serta isu dan opini yang terkadang menyesatkan,” sambung Esa.

Walau begitu, ia tetap mendoakan para caleg yang lolos untuk amanah dalam bertugas. Para caleg terpilih harus memenuhi apa yang sudah disampaikan saat kampanye dan memenuhi apa yang diharapkan masyarakat yang memilih. Jangan lupakan janji dan ucapan saat kampanye, katanya mengingatkan. (rin)

Berita Terkait

Leave a Reply